INDOAKTUAL – Pernah ga sih kamu melihat makanan yang warnanya mencolok dan membuat tampilan makanan tersebut jadi cerah dan cantik sehingga bisa membuat kita penasaran dengan rasa yang ada pada makanan itu? Nah warna punya peran yang penting banget bagi makanan punya daya tarik dan bikin banyak orang penasaran dengan rasa yang ada pada makanan tersebut, makanya banyak para pedagang yang memakai pewarna makanan supaya produknya terlihat menarik dan warnanya tidak terlihat pucat. Tapi penambahan pewarna pada makanan tentunya bikin kita berpikir berulang kali untuk mencoba makanan tersebut karena hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Oleh karena itu kita akan membahas mengenai pewarna alami yang berasal dari laut dan tentunya aman untuk dikonsumsi.

Yang menarik nih, ternyata laut kita punya banyak banget bahan yang bisa jadi sumber pigmen alami! Contohnya rumput laut, alga-alga kecil (mikroalga), sama sisa-sisa hasil perikanan. Pigmen dari bahan-bahan laut ini sebenernya potensial banget, tapi sayangnya belum banyak dimanfaatin. Sebagai negara kepulauan dengan lautan yang super luas, Indonesia tuh punya potensi besar banget buat kembangkan pewarna makanan dari pigmen laut. Sayang aja kalau kesempatan emas ini dibiarkan begitu aja!

Rumput laut yang punya berbagai jenis dan pigmen alami yang menghasilkan warna yang berbeda-beda nih. Pertama ada rumput laut merah, dia punya pigmen yang namanya fikobilin. Pigmen ini unik banget karena bisa dipecah lagi jadi beberapa jenis. Ada fikoeritin yang kasih warna merah cantik, dan ada juga fikosianin yang ngasih warna biru. Jadi dari satu kelompok pigmen aja udah bisa dapet dua warna berbeda. Kedua ada rumput laut hijau, pigmen utamanya yang paling terkenal ya klorofil. Nah, klorofil inilah yang bikin rumput laut hijau punya warna hijau segar khas tumbuhan. Terakhir kita ada rumput laut coklat, rumput laut ini punya ukuran  yang lebih besar dibandingin kelompok rumput laut lainnya. Warna coklat yang muncul dari rumput laut ini berasal dari pigmen xantofil. Tapi tunggu dulu, ternyata warna coklat ini bukan cuma dari satu pigmen aja loh! Warna coklat yang kita lihat itu hasil gabungan dari beberapa pigmen sekaligus: ada fucoxanthin, violaxanthin, beta karoten, plus klorofil a dan c. Nah, pigmen-pigmen ini ngumpul bareng dan malah nutupin warna hijau klorofil aslinya, jadinya yang keliatan ya warna coklatnya itu.

Nah kita udah bahas jenis-jenis rumput lautnya sekarang kita bahas manfaat dari masing-masing jenis rumput laut itu

  1. Rumput laut coklat : Rumput laut cokelat menghasilkan asam alginat yang bikin tekstur es krim jadi lebih lembut dan creamy. Jadi, tanpa kita sadari, kita udah sering konsumsi rumput laut pas makan es krim favorit. Rumput laut coklat juga merupakan Sumber yodium alami yang banget buat mencegah penyakit gondok. Yodium kan dibutuhin sama kelenjar tiroid kita, nah rumput laut cokelat ini jadi sumber alami yang bagus.
  2. Rumput laut merah : Rumput laut merah dikenal sebagai bahan utama pembuatan agar-agar, terutama dari jenis Eucheuma spinosum. Agar-agar ini sering kita jumpai dalam berbagai makanan dan minuman, seperti dessert dan campuran minuman segar. Enaknya lagi, agar ini rendah lemak dan bebas kolesterol, jadi aman buat yang lagi diet. Nggak cuma itu, rumput laut merah juga kaya serat, vitamin, mineral, plus ada antioksidan yang bisa ningkatin daya tahan tubuh dan mencegah penyakit. Jadi, rumput laut merah ini punya potensi besar jadi pilihan pangan sehat yang ramah lingkungan!
  3. Rumput laut hijau : Rumput laut hijau sudah sejak lama digunakan sebagai bahan makanan, sehingga keamanannya tidak diragukan dan cukup akrab dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, rumput laut hijau juga mengandung berbagai senyawa alami yang baik untuk kesehatan, sama seperti rumput laut merah dan cokelat.

Sumber :

Firdaus, M. 2019. Pigmen Rumput Laut dan Manfaat Kesehatannya. Malang: UB Press.

Husni, A., dan Budhiyanti, S. A. 2021. Rumput Laut sebagai Sumber Pangan, Kesehatan dan Kosmetik. UGM Press.

Rahim, A. R., dan Utami, D. R. 2025. Komoditas Rumput Laut Merah di Jawa Timur: Buku Referensi. Banjarnegara: PT Penerbit Qriset Indonesia.

Penulis: Wulan Vanezia – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jurusan Teknologi Pangan