Hari Santri Nasional (HSN) adalah momen penting bagi seluruh kalangan masyarakat Indonesia, khususnya para santri. Tahun ini, tema HSN 2024 adalah “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”. Tema ini mengajak kita untuk terus melanjutkan perjuangan para santri masa lalu dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dalam rangka merayakan HSN, banyak acara yang diselenggarakan, salah satunya adalah pidato. Pidato pada HSN biasanya tidak hanya serius, tetapi juga bisa dibuat lucu dan menarik agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh pendengar.
Membuat pidato singkat dan lucu untuk HSN bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan beberapa strategi dan gaya bahasa yang tepat, Anda dapat menciptakan pidato yang menyenangkan sekaligus bermakna. Berikut ini adalah contoh-contoh pidato singkat dan lucu untuk HSN yang bisa menjadi referensi.
Pidato Singkat dan Lucu untuk Hari Santri
1. Pidato dengan Candaan Ringan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bapak, Ibu, saudara-saudara yang saya hormati,
Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Sebuah hari yang sangat penting, apalagi untuk kita semua yang mengaku-ngaku santri, walau kadang ngaji sambil ngantuk-ngantuk. Tapi tenang, meskipun mata terpejam, insya Allah hati tetap ingat Allah, betul?
Kalau kita lihat sejarah, santri ini bukan cuma pinter ngaji, tapi juga jago bela negara! Waktu zaman penjajahan dulu, santri tidak cuma lawan penjajah dengan doa dan wirid, tapi juga dengan bambu runcing! Coba bayangkan, bambu runcing! Zaman sekarang bambu runcing sudah berubah jadi jari yang runcing buat scroll TikTok. Ah, beda zaman beda tantangan.
Namun, sebagai santri di era digital ini, tugas kita juga tidak kalah berat. Kalau dulu santri berjuang dengan bambu runcing, sekarang kita harus melawan ‘bambu sinyal’ yang kadang suka hilang-hilang saat mau kirim tugas. Jangan lupa, jihad zaman sekarang itu melawan rasa malas, dan itu musuh yang berat, ya!
Santri itu serba bisa, serba cerdas, dan serba beriman. Tapi ingat, santri juga manusia biasa. Kadang, kalau alarm subuh bunyi, ya denger… terus dimatiin, tidur lagi. Tapi tetap, santri sejati selalu bangkit untuk shalat meskipun alarmnya udah bunyi tiga kali.
Terakhir, pesan saya, jangan lupa tetap tawadhu’, rajin ngaji, dan kalau bisa, jangan sampai ngantuk di tengah ceramah. Kecuali kalau ceramahnya panjang banget… ya bolehlah. Hehe. Sekian dari saya. Semoga kita semua tetap jadi santri yang keren di dunia dan akhirat.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
2. Pidato dengan Dalil Al-Quran
Assalamualaikum Wr Wb
Yang saya hormati, para kyai, ustadz, serta santriwan-santriwati yang berbahagia,
Alhamdulillah, pada kesempatan yang mulia ini, kita semua bisa berkumpul dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2024. Tahun ini, tema yang diusung sangatlah istimewa, yakni ‘Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan’.
Dalam Al-Quran, tepatnya di Ar-Ra’d ayat 11, Allah SWT berfirman:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Artinya: “Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa perubahan ke arah yang lebih baik harus dimulai dari diri kita sendiri. Santri adalah agen perubahan, karena dari pesantrenlah muncul generasi yang selalu menyambung juang para ulama, membangun masa depan yang lebih cerah.
Saudara-saudari,
Sebagai santri, kita bukan hanya pewaris ilmu agama, tetapi juga pewaris perjuangan bangsa. Seperti dulu para santri berjuang mengusir penjajah dengan semangat jihad, kini giliran kita berjuang menghadapi tantangan zaman yang berbeda. Tantangan digital, tantangan moral, hingga tantangan dalam merengkuh kemajuan.
Namun, perjuangan santri tidak pernah sendirian. Kita selalu punya panutan, Rasulullah SAW, yang mengajarkan kerja keras dan pantang menyerah. Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bersungguh-sungguh inilah kunci merengkuh masa depan. Dengan ilmu yang kita peroleh di pesantren, kita harus yakin bahwa kita bisa menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Kita sambung juang para pendahulu untuk menjadi santri yang berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Santri masa kini adalah santri yang siap menghadapi masa depan, yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan dunia modern. Mari kita jaga nilai-nilai santri, terus berjuang, dan bersiap menyongsong masa depan dengan penuh optimisme.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua menjadi santri yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Aamiin. Wassalamualaikum Wr Wb
3. Pidato dengan Cerita Lucu
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang terhormat, Bapak Ibu Kepala…
Yang terhormat, Bapak Ibu Ketua…
Serta para hadirin tamu undangan yang berbahagia
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat, serta nikmat kesempatan sehingga saya dan kita semua bisa hadir dan menjemput momentum Hari Santri Nasional Tahun 2024.
Sholawat berbingkai salam kita sampaikan kepada Nabi akhir Zaman, Sayyidina Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita semua mendapat syafaat beliau di Hari Kiamat nanti.
Bapak, Ibu, serta para tamu undangan yang berbahagia;
Pada tahun 2024 ini kita sama-sama masih berjuang untuk menyehatkan diri, keluarga, madrasah dan lingkungan sekitar. Dan pada tahun ini pula kita kembali menjemput momentum Hari Santri Nasional seperti tahun-tahun sebelumnya.
Walau demikian, tetap tidak apa-apa karena santri punya peran besar yaitu mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045. Masih cukup lama, ya? Namun cita-cita besar negeri ini harus kita rencanakan dan perjuangkan sedari jauh-jauh hari.
Sejatinya santri mengambil peran besar untuk memajukan Bumi Pertiwi. Bukan sekadar “pasukan bersarung” yang menggaungkan resolusi jihad, tapi santri juga ikut berperan dalam menggapai Indonesia Maju.
Jika dulu para santri ikut berkontribusi bersama bangsa ini dalam menumpas penjajah menggunakan senjata, maka sekarang kisahnya menjadi sangat berbeda. Santri hari ini adalah santri milenial, santri kreatif, serta santri yang percaya dengan kemampuan diri.
Sudah bukan zamannya lagi jika ada santri yang tidak mengerti dengan teknologi, dan sudah bukan zamannya lagi jika santri tidak boleh berprestasi di bidang sains dan akademik lainnya. Untuk itulah, lembaga pesantren maupun madrasah diharapkan mau dan mampu terus mengembangkan kurikulum, kualitas pengajar, serta kualitas output santri agar di hari mendatang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Bapak, Ibu, serta tamu undangan yang dirahmati Allah SWT;
Ada jutaan santri di Indonesia yang saat ini sedang menempuh ilmu. Meski mengambil peran penting untuk menggapai cita-cita Indonesia emas tahun 2045, sebenarnya akhlak adalah poin utama yang paling penting.
Kita sama-sama tahu bahwa tidak sedikit anak-anak muda yang mulai bobrok akhlaknya, mulai liar lidahnya dengan kata-kata kotor, serta mulai luntur perilaku hormatnya. Ilmu pengetahuan memang penting, kecerdasan juga penting, tapi tetap adab dan akhlak adalah yang nomor satu.
Maka dari itu, marilah kita semangati para santri untuk istiqomah di jalan kebaikan. Motivasilah para santri di mana pun mereka berada untuk terus belajar, menebar kebaikan, jihad fisabilillah, serta terus memperbaiki diri menuju takwa.
Hadirin yang dimuliakan Allah;
Sekian pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Mari kita semangati santri, dan bangga menjadi santri. Saya akhiri dengan pantun:
Di taman ada mawar berduri
Di sebelahnya ada bungkus mie kari
Aku bangga menjadi santri
Karena santri adalah harapan negeri
Akhiru kalam, Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh.
Tips Membuat Pidato Singkat dan Lucu untuk Hari Santri
- Gunakan Bahasa yang Santai: Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak terlalu formal. Hindari penggunaan istilah-istilah yang terlalu rumit.
- Tambahkan Candaan: Tambahkan candaan ringan untuk membuat suasana lebih santai dan menarik.
- Gunakan Dalil atau Ayat Al-Quran: Menambahkan dalil atau ayat Al-Quran akan membuat pidato lebih berisi dan bermakna.
- Ceritakan Pengalaman Pribadi: Ceritakan pengalaman pribadi atau kisah nyata untuk membuat pidato lebih personal dan menarik.
- Ajak Partisipasi: Ajak pendengar untuk ikut berpartisipasi, seperti bertanya atau berdiskusi, agar tidak bosan.
- Gunakan Gaya Bahasa yang Menarik: Gunakan gaya bahasa yang menarik dan sesuai dengan tema HSN.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat membuat pidato singkat dan lucu untuk HSN yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna. Semoga contoh-contoh pidato di atas dapat membantu Anda dalam menyusun pidato yang sempurna untuk HSN.




