INDOAKTUAL – Industri ritel modern di Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan efisiensi operasional di tingkat toko guna mempertahankan kepuasan pelanggan di tengah persaingan pasar yang ketat. Dalam konteks ini, proses operasional kasir menjadi titik krusial karena berpengaruh langsung terhadap waktu pelayanan dan produktivitas toko secara keseluruhan. Laporan magang oleh Yulianti dari Universitas Pamulang di Alfamart Cabang Tegal Panjang berfokus pada evaluasi mendalam terhadap alur kerja kasir guna mengidentifikasi hambatan utama dan merumuskan solusi praktis untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed method) yang menggabungkan elemen kualitatif dan kuantitatif melalui metode Studi Waktu Kerja (Time-Study). Melalui observasi partisipatif dan wawancara terstruktur dengan staf serta manajemen, data dikumpulkan untuk mengukur indikator efisiensi seperti rata-rata waktu transaksi, panjang antrean, serta frekuensi kesalahan input data pada sistem Point of Sale (POS). Metode ini memungkinkan identifikasi bottleneck atau titik hambatan dalam prosedur pelayanan pelanggan dan penanganan pembayaran digital yang sering kali menjadi sumber inefisiensi.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa area kritis yang memerlukan perbaikan, di antaranya adalah adanya anomali dan inefisiensi pada proses penerimaan barang Bukan Kelontong (BKL) serta kendala teknis pada sistem pendukung transaksi. Temuan audit menunjukkan adanya deviasi antara praktik nyata di lapangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis, yang sering kali menyebabkan penundaan dalam alur pelayanan. Selain itu, keterbatasan pengetahuan produk oleh kasir juga diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang memperlambat throughput transaksi di meja kasir.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dirancanglah intervensi berupa desain solusi manajerial mikro dan prosedural yang lebih efektif. Rekomendasi yang diajukan mencakup pembaharuan “soft-SOP”, implementasi ceklis baru untuk proses penerimaan barang, serta sosialisasi visual melalui foto “Top & Flop” untuk memberikan contoh konkret praktik kerja yang benar dan salah kepada karyawan.
Pendekatan visual ini terbukti membantu mempercepat adopsi standar baru dan meminimalisir kesalahan interpretasi di antara staf toko.
Secara keseluruhan, kegiatan magang ini berhasil menyajikan data kinerja yang reliabel dan kredibel sebagai dasar pengambilan keputusan bagi manajemen Alfamart Cabang Tegal Panjang. Dengan mengintegrasikan teori administrasi dengan praktik operasional nyata, program ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi peningkatan efisiensi layanan ritel, tetapi juga mengasah kapabilitas analitis mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi panduan strategis bagi perusahaan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi pelayanan pelanggan yang lebih optimal.
Penulis: Yulianti (221092150002) – Program Studi Administrasi Negara S-1 – Universitas Pamulang





