Ular cicak, atau dikenal juga sebagai ular sawa emprit dan ular genting, sering kali menjadi topik perbincangan masyarakat. Meskipun ukurannya kecil dan tidak berbisa, banyak orang masih menganggapnya sebagai hewan yang berbahaya. Seiring waktu, berbagai mitos terkait ular cicak berkembang, baik itu dari pengalaman pribadi maupun cerita turun-temurun. Namun, apakah semua mitos tersebut benar? Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai mitos seputar ular cicak serta fakta-fakta yang sebenarnya.

Ular cicak memiliki nama ilmiah Lycodon capucinus, yang dikenal sebagai “ular rumah” karena sering ditemukan di lingkungan permukiman. Mereka memakan cicak, kadal kecil, katak, dan jangkrik, sehingga sangat cocok hidup di dekat manusia. Meski tidak berbisa, kehadirannya bisa menimbulkan ketakutan pada sebagian orang. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai mitos yang sering dipercaya tanpa dasar yang jelas.

Dari segi penampilan, ular cicak memiliki warna cokelat tua dengan bercak putih atau kuning pucat. Ukuran tubuhnya hanya sekitar 60-70 cm, jauh lebih kecil dibandingkan ular lainnya. Kepala mereka agak gepeng dengan motif putih di sekitar tengkuk. Tidak memiliki taring, sehingga tidak bisa melukai manusia dengan cara biasa. Meskipun demikian, banyak orang masih takut pada ular ini karena penampilannya yang mirip dengan ular berbisa.

Mitos ular cicak sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis, seperti pertanda buruk atau tanda-tanda kesialan. Namun, dari segi ilmu pengetahuan, ular cicak justru memiliki peran penting dalam ekosistem. Mereka membantu mengendalikan populasi cicak dan serangga kecil yang bisa merusak tanaman atau menjadi hama. Jadi, alih-alih dianggap sebagai makhluk yang berbahaya, ular cicak sebenarnya adalah sahabat bagi lingkungan rumah dan pertanian.

Apa Itu Ular Cicak?

Ular cicak, atau Lycodon capucinus, adalah jenis ular non-berbisa yang umum ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Nama lokalnya bervariasi, seperti ular genting, ular sawa emprit, atau ular cicak. Berbeda dengan ular besar yang sering menyerang, ular cicak justru lebih suka bersembunyi di sudut-sudut rumah atau di atas genteng. Mereka tidak memiliki taring, sehingga tidak dapat melukai manusia dengan cara biasa.

Secara fisik, ular cicak memiliki panjang tubuh sekitar 60-70 cm. Warna tubuhnya cokelat tua dengan bercak putih atau kuning pucat. Kepala mereka agak gepeng dan memiliki motif putih di bagian leher. Bagian perutnya berwarna putih, sehingga mudah dikenali saat dilihat dari bawah. Ular ini juga memiliki kemampuan untuk memanjat dinding, meski tidak sebaik cicak. Mereka menggunakan tekstur dinding dan celah-celah kecil untuk bergerak.

Meski tidak berbisa, kehadiran ular cicak sering membuat orang takut. Banyak orang percaya bahwa ular ini bisa menyebabkan penyakit atau membawa sial. Namun, dari segi ilmu pengetahuan, ular cicak justru bermanfaat karena memakan cicak dan serangga kecil yang bisa menjadi hama. Mereka juga tidak menyerang manusia, kecuali jika merasa terancam.

Mitos tentang Ular Cicak yang Sering Dipercaya

Banyak mitos mengenai ular cicak yang beredar di masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan sudah menjadi keyakinan turun-temurun. Berikut beberapa mitos yang sering dipercaya:

  1. Ular cicak bisa membawa sial atau pertanda buruk

    Banyak orang percaya bahwa jika ular cicak masuk ke rumah, itu bisa menjadi tanda buruk. Mitos ini sering dikaitkan dengan kejadian tak terduga atau nasib sial. Namun, dari segi ilmu pengetahuan, ular cicak tidak memiliki hubungan langsung dengan keberuntungan atau kecelakaan.

  2. Ular cicak bisa menyebabkan penyakit

    Ada mitos yang menyebutkan bahwa ular cicak bisa menyebabkan penyakit jika digigit atau disentuh. Padahal, ular cicak tidak berbisa dan tidak memiliki racun yang bisa membahayakan manusia. Bahkan, jika digigit, gigitan mereka tidak akan menyebabkan luka serius.

  3. Ular cicak tidak bisa dimakan oleh ular besar

    Mitos ini muncul karena ular cicak sering ditemukan di tempat-tempat yang dihuni oleh ular besar. Namun, sebenarnya ular besar bisa memakan ular cicak, terutama jika mereka lapar. Oleh karena itu, ular cicak tidak aman sepenuhnya dari ancaman predator.

  4. Ular cicak bisa memanjat pagar atau pohon dengan mudah

    Meski ular cicak bisa memanjat dinding, mereka tidak bisa naik ke pohon atau pagar seperti ular lainnya. Mereka lebih suka bersembunyi di sudut-sudut rumah atau di bawah genteng.

  5. Ular cicak tidak bisa diusir dengan bahan-bahan alami

    Banyak orang percaya bahwa ular cicak sulit diusir karena mereka tidak takut pada bahan-bahan alami seperti garam atau jeruk. Namun, faktanya, ada beberapa bahan alami yang bisa efektif untuk mengusir ular cicak, seperti minyak cengkeh, kayu manis, atau belerang.

Fakta-Fakta Mengenai Ular Cicak

Selain mitos, ada beberapa fakta penting yang perlu diketahui tentang ular cicak. Berikut ini beberapa informasi yang bisa membantu Anda memahami lebih dalam tentang hewan ini:

  1. Ular cicak tidak berbisa

    Salah satu fakta utama tentang ular cicak adalah bahwa mereka tidak memiliki racun. Mereka tidak bisa melukai manusia dengan cara biasa. Jika digigit, gigitan mereka tidak akan menyebabkan luka serius.

  2. Ular cicak memakan cicak dan serangga kecil

    Ular cicak adalah predator yang memakan cicak, kadal kecil, katak, dan jangkrik. Mereka memburu mangsanya dengan cara membelit, bukan dengan taring. Ini membuat mereka sangat berguna dalam mengendalikan populasi hama.

  3. Ular cicak tidak menyerang manusia

    Ular cicak tidak memiliki niat untuk menyerang manusia. Mereka hanya akan menyerang jika merasa terancam atau tertangkap. Jika ditemukan di dalam rumah, mereka biasanya akan mencari jalan keluar sendiri.

  4. Ular cicak bisa hidup di lingkungan perkotaan

    Meski dikenal sebagai hewan liar, ular cicak bisa hidup di lingkungan perkotaan. Mereka sering ditemukan di atap rumah, di bawah genteng, atau di sudut-sudut bangunan. Mereka tidak membutuhkan lingkungan alami yang luas.

  5. Ular cicak bisa diusir dengan bahan alami

    Ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengusir ular cicak, seperti minyak cengkeh, kayu manis, belerang, atau campuran jeruk nipis dan cabai. Bahan-bahan ini bisa ditempatkan di sekitar rumah atau taman untuk mencegah ular cicak masuk.

Cara Mengusir Ular Cicak dengan Aman

Jika Anda merasa ular cicak mengganggu, berikut beberapa cara aman untuk mengusirnya tanpa merugikan hewan:

  1. Gunakan bahan alami

    Bahan seperti minyak cengkeh, kayu manis, atau belerang bisa digunakan untuk mengusir ular cicak. Campurkan bahan-bahan ini dalam botol semprot dan semprotkan di sekeliling rumah atau taman.

  2. Tutup celah atau lubang kecil

    Ular cicak sering masuk melalui celah kecil di dinding atau pintu. Tutup celah-celah ini dengan bahan seperti kawat atau busa agar ular tidak bisa masuk.

  3. Jaga kebersihan rumah

    Ular cicak tertarik pada tempat-tempat yang memiliki banyak cicak atau serangga kecil. Jadi, menjaga kebersihan rumah dan mengurangi populasi cicak bisa membantu mengurangi kehadiran ular cicak.

  4. Gunakan alat pengusir ular

    Ada berbagai alat pengusir ular yang tersedia di pasaran, seperti alat pengusir dengan suara atau aroma kuat. Pilih alat yang aman dan tidak merusak lingkungan.

  5. Bawa ke tempat aman

    Jika ular cicak ditemukan di dalam rumah, cobalah membawanya ke tempat yang jauh dari permukiman. Jangan membunuhnya, karena mereka bisa membantu mengendalikan populasi hama.

Kesimpulan

Ular cicak adalah hewan yang sering kali dianggap sebagai makhluk yang berbahaya, padahal sebenarnya mereka tidak berbisa dan justru bermanfaat bagi lingkungan. Banyak mitos yang beredar tentang ular cicak, tetapi sebagian besar tidak didukung oleh fakta ilmiah. Dengan memahami fakta-fakta ini, kita bisa lebih tenang dan tidak takut pada kehadiran ular cicak di sekitar kita. Selain itu, ada beberapa cara aman untuk mengusir ular cicak jika mereka mengganggu, tanpa merusak ekosistem atau merugikan hewan. Dengan pendekatan yang tepat, kita bisa hidup harmonis bersama ular cicak dan menjaga keseimbangan alam.