Bayangkan kamu sedang berjalan di bawah terik matahari di Paya Lebar atau baru saja keluar dari dinginnya kantor di sekitar Raffles Place. Tiba tiba saja hidung kamu seperti menangkap aroma sambal goreng atau soto ayam buatan Ibu di rumah.
Padahal di depan mata cuma ada gedung beton dan orang hilir mudik dengan kopi mahal di tangan. Kita semua tahu kalau hidup di Singapura itu nyaman tapi ada satu ruang kosong di perut yang cuma bisa diisi oleh rasa otentik bumbu dapur Indonesia.
Masalahnya memasak rendang dari nol di dapur apartemen yang mungil itu sangat merepotkan. Mencari daun salam atau lengkuas segar di supermarket lokal pun kadang rasanya seperti mencari harta karun yang hilang.
Inilah momen di mana kamu harus membelokkan arah ke City Plaza. Gedung ini memang tua dan mungkin kalah mentereng jika dibandingkan dengan Jewel Changi atau Marina Bay Sands.
Namun bagi kita yang rindu bau terasi dan gurihnya kemiri City Plaza adalah penyelamat hidup. Di sinilah tempat berkumpulnya segala macam bumbu instan yang bisa menyulap dapur kamu jadi warteg kelas atas hanya dalam hitungan menit.
Mari kita lihat mengapa gedung di Geylang Road ini wajib masuk jadwal rutin kamu.
Mengapa City Plaza Tetap Menjadi Juara
Mungkin ada yang menyarankan untuk pergi ke Lucky Plaza saja. Memang Lucky Plaza itu legendaris tapi suasananya sering kali terlalu riuh dan lebih fokus ke jasa pengiriman uang atau toko ponsel.
City Plaza punya karakter yang berbeda. Begitu kamu naik ke lantai dua atau tiga udaranya langsung berubah. Ada aroma rempah kering yang khas.
Di sini kita tidak bicara soal satu atau dua pilihan bumbu saja. Kita bicara soal rak yang penuh sesak dengan bumbu saset warna warni dari berbagai merek yang sangat akrab di telinga kita sejak kecil.
Bagi banyak diaspora Indonesia di sini City Plaza bukan sekadar tempat belanja. Ini adalah tempat mencari penawar rindu.
Setiap bungkus bumbu yang kamu beli adalah cara paling praktis untuk mengobati bosan pada menu nasi ayam atau laksa Singapura yang rasanya cenderung lembut dan kurang berani di lidah.
Di City Plaza bumbu instan adalah barang wajib untuk menjaga kesehatan mental lewat perut.
Berburu di Surga Bumbu
Jika ini kunjungan pertama kamu carilah toko seperti Sri Murti atau deretan toko kelontong di lantai dua. Tokonya sederhana saja tanpa lampu neon yang berlebihan.
Kamu akan melihat tumpukan kardus dan mendengar percakapan dalam logat Jawa atau Sunda yang kental di antara pengunjung. Rasanya sangat personal seperti sedang mampir ke toko kelontong di gang dekat rumah di Jakarta.
Keunggulan belanja di sini adalah variasi bumbunya yang sangat lengkap. kamu bisa menemukan merek besar seperti Bamboe dan Indofood sampai merek yang lebih spesifik seperti Munik atau bumbu racik khusus dari daerah tertentu.
Stok barang di sini juga selalu baru. Karena perputaran barangnya sangat cepat kamu tidak perlu khawatir mendapatkan bumbu yang sudah berdebu atau hampir kadaluwarsa.
Hampir semua orang Indonesia di Singapura lari ke sini jika persediaan bumbu di rumah mulai menipis.
Stok Wajib untuk Dapur Kamu
Saat sudah berada di sana jangan cuma membeli satu atau dua bungkus. Saran kami lakukan stok secara strategis untuk persediaan satu bulan. Ambillah bumbu rendang soto ayam dan opor sebagai menu utama.
Tiga masakan ini paling sulit dibuat sendiri di Singapura karena bahan segarnya tidak selalu lengkap di supermarket biasa.
Cari juga bumbu nasi kuning atau nasi uduk yang sangat praktis. Bayangkan di pagi hari sebelum berangkat kerja kamu cukup memasukkan beras dan bumbu ke dalam penanak nasi.
Aroma serai dan pandan akan langsung memenuhi ruangan dan memberikan energi ekstra sebelum kamu terjebak dalam tumpukan tugas di kantor. Jangan lupa melirik bagian sambal botolan.
Mulai dari sambal terasi yang menyengat hingga sambal bawang yang berminyak semua tersedia di sini dalam berbagai tingkatan pedas.
Rahasia Mengolah Bumbu Instan
Memang namanya bumbu instan tapi kita bisa membuatnya terasa lebih mewah. Sebagai orang Indonesia yang mengerti rasa kita harus sedikit cerdik. Rahasianya adalah dengan menambahkan sedikit bahan segar saat menumis.
Gunakan bawang merah atau bawang putih goreng yang juga dijual di toko yang sama. Jika ada sisa santan kemasan di kulkas tambahkan sedikit untuk membuat tekstur kuah soto atau rendang jadi lebih kental dan gurih.
Momen makan besar sering terjadi saat kita sedang menjamu teman di apartemen. Urusan pencuci mulut mungkin kamu sudah memesan birthday cake paling cantik dari toko kue di Orchard tapi untuk urusan perut yang lapar nasi bumbu dari City Plaza tetap menjadi bintang utamanya.
Tidak ada yang bisa mengalahkan nikmatnya sepotong kue manis yang ditutup dengan piring berisi nasi panas dan ayam goreng bumbu kuning yang rempahnya terasa sampai ke tulang.
Lebih dari Sekadar Transaksi Belanja
Belanja di City Plaza adalah sebuah pengalaman sosial yang unik. Kamu akan berpapasan dengan teman sebangsa yang sedang sibuk memilih kerupuk atau menghitung uang kembalian sambil membawa bungkusan tempe.
Ada rasa kebersamaan yang muncul tanpa perlu banyak bicara. Kita semua adalah perantau yang sedang berjuang di negeri orang dan sama sama mencari rasa yang mengingatkan kita pada rumah.
Setelah tas belanja penuh sempatkanlah untuk makan ayam penyet di area bawah gedung. Rasanya akan sangat melengkapi petualangan kamu hari itu.
City Plaza mengingatkan kita bahwa rumah itu tidak harus selalu berarti perjalanan pesawat berjam jam. Kadang rumah bisa hadir lewat beberapa dollar Singapura untuk bumbu instan dan sedikit waktu yang kamu habiskan di depan kompor dapur.
Mulai Petualangan Rasa Kamu
Tinggal di Singapura memang menuntut kita untuk beradaptasi tapi lidah tidak bisa berbohong. Dengan adanya pusat bumbu di City Plaza kamu tidak perlu lagi merasa sedih setiap kali melihat unggahan foto makanan teman di media sosial.
Kamu bisa menciptakan pesta kuliner kamu sendiri setiap malam setelah pulang kantor.
Kapan terakhir kali kamu mengunjungi Paya Lebar. Segera siapkan waktu di akhir pekan ini dan bawa tas belanja yang cukup besar. Persaingan mencari bumbu favorit di sana cukup ketat jadi lebih cepat datang tentu lebih baik.
Setelah berhasil memasak hidangan impian kamu jangan lupa ajak teman teman untuk ikut mencicipi. Selamat memasak dan selamat menikmati rasa Nusantara di tengah kemeriahan Singapura.





