Indoaktual – Magelang – Delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang menunjukkan komitmen tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program pendampingan pembelajaran di TPQ An-Nuur, Blondo, Mungkid. Program yang berlangsung dari Juni hingga September 2025 ini berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an bagi 35 santri dari berbagai jenjang pendidikan.

Implementasi Metode Pembelajaran Inovatif

Muchyidin Chasin bersama tujuh rekannya—Iwan, Alwi, Yusuf, Zakky, Ningsih, Rima, dan Kasyifa—mengintegrasikan metode Tabarak dan Tahsin Qur’an dengan pendekatan kontemporer berbasis teknologi. Tim mahasiswa ini menerapkan media audio visual berupa video edukatif kisah para nabi serta sistem reward untuk meningkatkan motivasi belajar santri.

“Kami menyadari bahwa generasi saat ini memiliki karakteristik pembelajaran yang berbeda. Oleh karena itu, kami mengadaptasi metode pengajaran yang lebih visual dan interaktif tanpa mengurangi esensi pembelajaran Al-Qur’an,” jelas Muchyidin Chasin, koordinator tim.

Istania Widayati Hidayati, M.Pd.I, Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam yang menjadi pembimbing akademik, menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif. “Pendekatan personal terhadap setiap santri menjadi kunci keberhasilan program ini. Mahasiswa kami berhasil mengidentifikasi kebutuhan individual dan menyesuaikan metode pembelajaran,” ungkapnya.

Tantangan dan Solusi Lapangan

Program ini menghadapi tantangan signifikan mengingat mayoritas santri TPQ An-Nuur berasal dari keluarga kurang mampu dengan keterbatasan akses pendampingan belajar di rumah. Tim mahasiswa merespons kondisi ini dengan memberikan perhatian ekstra dan menciptakan lingkungan belajar yang suportif.

Istawati Ariyandini, Ketua TPQ An-Nuur, mengapresiasi dedikasi tim mahasiswa. “Dalam 15 tahun saya mengelola TPQ ini, program pendampingan yang dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang memberikan dampak paling signifikan. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membangun bonding dengan santri,” ujarnya.

Tim mahasiswa juga berkontribusi pada penguatan identitas visual TPQ melalui pembuatan logo baru yang merepresentasikan nilai-nilai Islam dalam desain modern. Inisiatif ini meningkatkan rasa memiliki (sense of belonging) santri terhadap lembaga.

Capaian dan Dampak Program

Setelah empat bulan implementasi, program menunjukkan hasil terukur. Dari 35 santri yang terlibat, sekitar 28,5% berhasil menguasai penerapan tajwid dengan baik. Lebih penting lagi, terjadi peningkatan signifikan dalam aspek non-akademik seperti kepercayaan diri, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

“Data evaluasi menunjukkan peningkatan motivasi belajar pada hampir seluruh santri. Pendekatan personal dan metode yang variatif terbukti efektif dalam mengatasi berbagai tantangan pembelajaran,” ungkap Muchyidin.

Istania Widayati Hidayati menilai program ini sebagai model implementasi link and match antara teori dan praktik. “Mahasiswa berhasil mengaplikasikan konsep pedagogik yang dipelajari di kampus ke dalam konteks nyata masyarakat. Ini adalah pembelajaran experiential yang sangat berharga bagi pengembangan kompetensi profesional mereka,” jelasnya.

Pembelajaran dan Refleksi Mahasiswa

Program pengabdian ini memberikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa peserta, terutama dalam memahami kompleksitas dunia pendidikan. “Pengalaman ini mengubah perspektif saya tentang pendidikan. Ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses pembentukan karakter yang membutuhkan kesabaran dan empati,” refleksi Muchyidin.

Istania Widayati Hidayati mengamati transformasi signifikan pada mahasiswa bimbingannya. “Muchyidin dan timnya berkembang dari mahasiswa yang kompeten secara akademik menjadi calon pendidik yang memahami dimensi humanistik dalam pendidikan. Ini adalah hasil pembelajaran yang tidak bisa diperoleh hanya melalui perkuliahan di kelas,” tambahnya.

Rekomendasi Keberlanjutan Program

Untuk keberlanjutan program, tim mahasiswa menyampaikan beberapa rekomendasi strategis, antara lain:

  1. Peningkatan Sarana Prasarana: Pengadaan media audio visual modern untuk mendukung metode pembelajaran yang lebih interaktif.
  2. Pelatihan Berkala Pengajar: Program capacity building untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan andragogik para ustadz dan ustadzah.
  3. Penguatan Kolaborasi dengan Orang Tua: Membangun sistem komunikasi yang lebih intensif untuk mendukung pembelajaran di rumah.
  4. Pengembangan Program Tahfidz Terstruktur: Merancang program hafalan Al-Qur’an dengan target yang jelas dan sistem evaluasi yang terukur.

Istania Widayati Hidayati mendukung pengembangan model program ini. “Ini adalah contoh baik dari community-based learning yang perlu direplikasi. Universitas perlu terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Istawati Ariyandini berkomitmen untuk melanjutkan inovasi yang telah diinisiasi. “Fondasi yang dibangun oleh tim mahasiswa ini akan kami kembangkan lebih lanjut. Kami akan terus berinovasi dalam metode pembelajaran sambil mempertahankan nilai-nilai keislaman yang autentik,” tegasnya.

Kesimpulan

Program pengabdian yang dilaksanakan oleh delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang di TPQ An-Nuur mendemonstrasikan bagaimana inovasi dalam metode pembelajaran dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai tradisional. Dengan pendekatan yang tepat, pendidikan agama dapat menjadi instrumen efektif untuk pembentukan karakter generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia.

Program ini juga membuktikan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Profil Pelaksana Program

  • Tim Mahasiswa: Muchyidin Chasin (koordinator), Iwan, Alwi, Yusuf, Zakky, Ningsih, Rima, dan Kasyifa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Magelang.
  • Pembimbing Akademik: Istania Widayati Hidayati, M.Pd.I (Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Magelang)
  • Mitra Program: TPQ An-Nuur, Gedongan, Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
  • Ketua: Istawati Ariyandini.
  • Periode Pelaksanaan: Juni – September 2025.

Dokumentasi Program:

Artikel ini ditulis berdasarkan laporan akhir KKN Universitas Muhammadiyah Magelang periode Juni-September 2025 yang disusun oleh Muchyidin Chasin. Semua nama, tempat, dan peristiwa dalam artikel ini adalah nyata dan tidak disamarkan, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras semua pihak yang terlibat.

“Mari kita terinspirasi untuk tidak hanya bicara, tapi berkarya. Tidak hanya berencana, tapi bertindak. Karena masa depan bangsa ada di tangan kita yang mau peduli dan berbuat nyata”._Muchyidin

Penulis: Muchyidin Chasin