Indoaktual – Boyolali, 8 Januari 2026 – Hanifah Nurya Lesti, seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, resmi memperkenalkan pengembangan motif batik khas baru untuk Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Motif yang diberi judul “Sari Kamukten” ini dirancang khusus untuk memperkaya koleksi identitas visual desa.
Motif “Sari Kamukten” memiliki filosofi mendalam sebagai “inti dari sumber kehidupan.” Desain ini secara artistik memadukan empat komoditas unggulan Desa Banyuanyar, yaitu sapi, jahe, madu, dan kopi. Keempat elemen tersebut dipilih karena merupakan potensi alam sekaligus komoditi utama yang selama ini menjadi penopang ekonomi dan sumber penghidupan masyarakat setempat.

Proses pengembangan motif ini diwujudkan dalam bentuk kain batik yang kemudian diserahkan secara langsung kepada Kelompok Ekonomi Kreatif (Ekraf) Desa Banyuanyar. Penyerahan ini bertujuan agar desa memiliki variasi desain batik yang lebih beragam, melengkapi motif-motif khas yang sudah ada sebelumnya.
Dalam keterangannya, Hanifah menjelaskan bahwa inspirasi karya ini lahir dari kekagumannya terhadap kekayaan alam di lokasi KKN nya.
“Motif Sari Kamukten ini bukan sekadar gambar, melainkan representasi dari kekayaan alam warga Desa Banyuanyar. Saya memilih motif sapi, jahe, madu, dan kopi karena itulah ‘napas’ atau sumber kehidupan utama di sini. Saya berharap melalui batik ini, Desa Banyuanyar memiliki identitas visual yang kuat dan semakin dikenal luas ,” ujar Hanifah.
Dengan hadirnya motif “Sari Kamukten”, diharapkan Kelompok Ekonomi Kreatif Desa Banyuanyar dapat terus memproduksi dan mengembangkan karya ini sebagai produk unggulan desa. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memajukan industri kreatif berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
Penulis: Hanifah Nurya Lesti – Desain Mode Batik – ISI Surakarta





