Indoaktual – Saat ini, perkembangan agroindustri semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan digitalisasi. Perubahan ini muncul karena kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi kerja, mutu produk, dan kemampuan bersaing di pasar.
Agroindustri yang dulu masih menggunakan cara tradisional kini mulai beralih ke sistem yang lebih modern. Teknologi digital membantu menghubungkan proses produksi, pengolahan, hingga pemasaran dengan lebih rapi. Selain itu, inovasi membuat produk pertanian memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, agroindustri menjadi sektor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (Pistori dan Neto, 2023).
Menurut Putra et al (2022), digitalisasi dalam agroindustri berarti penggunaan teknologi informasi untuk mengelola data dan proses produksi. Dengan sistem digital, pelaku usaha dapat memantau kegiatan produksi secara langsung dan lebih akurat.
Teknologi seperti sensor dan aplikasi manajemen membantu menghemat waktu dan biaya produksi. Kesalahan dalam proses kerja juga dapat dikurangi karena semua data tercatat dengan baik.
Dampaknya, hasil produksi menjadi lebih konsisten dan berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi sangat membantu perkembangan agroindustri modern.
Inovasi digital tidak hanya berpengaruh pada produksi, tetapi juga pada pemasaran produk agroindustri. Saat ini, banyak pelaku usaha memanfaatkan media sosial dan platform jual beli online.
Cara ini membuat produk lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas. Bagi UMKM agroindustri, pemasaran digital sangat membantu dalam meningkatkan penjualan.
Promosi juga dapat dilakukan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan cara konvensional.
Digitalisasi juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk agroindustri. Sistem penelusuran produk memungkinkan konsumen mengetahui asal bahan baku hingga proses pengolahannya.
Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan kualitas produk pangan. Selain itu, digitalisasi rantai pasok membantu mengurangi pemborosan selama distribusi.
Namun, penerapan teknologi ini masih menghadapi beberapa kendala. Kendala tersebut antara lain keterbatasan jaringan internet dan kurangnya kemampuan digital pelaku usaha (Yusriana, 2021).
Secara umum, inovasi dan digitalisasi membawa banyak manfaat bagi perkembangan agroindustri. Teknologi membantu meningkatkan efisiensi kerja dan memperluas pasar.
Meskipun masih ada tantangan, peluang yang ditawarkan sangat besar. Kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan.
Pelatihan dan edukasi digital juga perlu terus ditingkatkan. Dengan langkah yang tepat, agroindustri berbasis digital dapat menjadi kekuatan ekonomi di masa depan.
Referensi
Pistori, E. M. L., dan Neto, M. 2023. Agriculture 4.0: Digital transformation in the production chain for efficiency and sustainability in the agro-industrial sector. Seven Editora
Putra, I. B. D., Djelantik, A. A. W. S., dan Sudarma, I. M. 2022. Pemanfaatan dan efektivitas digital marketing agroindustri di Malang Raya. Agriecobis Journal, 5(2), 123–134.
Yusriana, Y. 2021. Digitalisasi sistem traceability dan keberlanjutan agroindustri pangan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 31(3), 321–330.
Penulis: Syisthi Syimdzarah – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa




