INDOAKTUA, UNGARAN TIMUR, Sidomulyo, 13 Februari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan karakter generasi muda. Kali ini, mahasiswa berkolaborasi dengan aparat kewilayahan setempat menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja”. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Aula SMP Negeri 2 Ungaran, yang secara administratif terletak di wilayah Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Program kerja ini diinisiasi sebagai respons preventif terhadap fenomena kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan di era digital. Mahasiswa KKN UPGRIS memandang bahwa masa remaja merupakan fase transisi krusial (critical transition period) di mana pencarian jati diri sering kali berbenturan dengan pengaruh negatif lingkungan dan media sosial, sehingga memerlukan pendampingan intensif dari berbagai pihak.
Dalam pelaksanaannya pada Jum’at, 13 Februari 2026, kegiatan ini menghadirkan narasumber utama yang memiliki otoritas dalam pembinaan kedisiplinan, yakni Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Sidomulyo, Sertu Eko Wahyudi. Kehadiran unsur TNI dalam lingkungan sekolah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan tanggung jawab moral kepada ratusan siswa SMP Negeri 2 Ungaran.
Materi sosialisasi disampaikan dengan pendekatan yang persuasif namun tegas. Isu-isu sentral yang dibahas meliputi bahaya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, penyalahgunaan narkotika, tawuran antarpe;ajar, hingga etika bermedia sosial. Mahasiswa KKN UPGRIS dan Babinsa bersinergi memberikan pemahaman bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang serius.
Sertu Eko Wahyudi, selaku narasumber utama, menekankan pentingnya peran pelajar sebagai aset bangsa. Dalam sesi pemaparannya, beliau mengingatkan siswa agar tidak salah langkah dalam memilih pergaulan.
“Di usia SMP ini, adik-adik sedang mencari identitas. Jangan sampai identitas itu dicari melalui jalur yang salah seperti tawuran atau narkoba. Kedisiplinan adalah kunci utama kesuksesan. Sebagai Babinsa, saya mengajak seluruh siswa SMP Negeri 2 Ungaran untuk menjadi pelopor pelajar yang berprestasi dan menjauhi segala bentuk kenakalan yang merugikan masa depan,” tegas Sertu Eko Wahyudi di hadapan para siswa.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 07, Nadia Septya Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi. Pihaknya berharap sosialisasi ini dapat menjadi “rem pakem” bagi siswa dalam bertindak.
“Kami menyadari bahwa degradasi moral adalah ancaman nyata. Melalui kolaborasi dengan Bapak Babinsa, kami ingin memberikan perspektif yang lebih luas kepada siswa. Harapannya, materi yang disampaikan hari ini dapat terinternalisasi dengan baik, sehingga siswa memiliki benteng pertahanan diri (self-defense mechanism) yang kuat terhadap pengaruh negatif pergaulan bebas,” ujar Nadia Septya Putri saat diwawancarai usai acara.
Antusiasme siswa terlihat tinggi selama sesi tanya jawab berlangsung. Interaksi dua arah terjadi secara dinamis, di mana siswa aktif bertanya mengenai cara menyikapi teman yang melakukan bullying serta dampak hukum dari kenakalan remaja. Mahasiswa KKN UPGRIS bertindak sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi antara siswa dan narasumber, menciptakan suasana diskusi yang edukatif dan inklusif.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ungaran turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS dan kepedulian Babinsa Sidomulyo. Sinergitas lintas sektoral antara akademisi, aparat keamanan, dan institusi pendidikan ini dinilai sangat efektif dalam menciptakan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif di kalangan siswa SMP Negeri 2 Ungaran untuk saling menjaga dan mengingatkan. Langkah preventif yang dilakukan di Kelurahan Sidomulyo ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman degradasi moral.





