Inovasi pendidikan inklusif karya mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) kini bersiap menembus skala nasional. Melalui program IQRO Elektronik berbasis taktil elastomer dengan umpan balik suara interaktif, tim Iqronic menargetkan perluasan distribusi ke berbagai daerah di Indonesia guna memperluas akses literasi Al-Qur’an Braille bagi penyandang disabilitas netra.

Setelah sukses diimplementasikan di Sumatera Utara dan membantu puluhan peserta tunanetra meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara lebih akurat dan mandiri, tim pengembang kini membuka peluang kolaborasi dengan sekolah luar biasa (SLB), pesantren, sekolah inklusi, serta lembaga keagamaan di berbagai provinsi.

IQRO Elektronik dirancang sebagai alat bantu belajar Al-Qur’an Braille dasar yang memadukan huruf Braille dengan tombol taktil elastomer yang nyaman disentuh serta dilengkapi sistem audio pelafalan saat ditekan.

Integrasi sentuhan dan suara ini memungkinkan pengguna memastikan ketepatan bacaan secara langsung, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan minim kesalahan dibandingkan metode Braille konvensional.

Aldino selaku Founder dan ketua tim menyampaikan bahwa perluasan distribusi merupakan langkah strategis agar inovasi ini tidak berhenti pada tahap implementasi lokal. “Kami ingin IQRO Elektronik dapat diakses oleh lebih banyak saudara disabilitas netra di berbagai daerah di Indonesia. Literasi Al-Qur’an yang inklusif harus menjadi hak bersama,” ujarnya.

Inovasi ini diciptkakan oleh Aldino sebagai ketua tim, bersama Raudhatul Jannah dan Andira dibimbing oleh dosen Unimed, Asna Istikmalatul Muktamaroh, materi dalam Buku Iqronic dan modul pendamping disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah Braille, harakat (fathah, kasrah, dhammah), mad dasar, sukun, tanwin, tasydid, hingga latihan penggalan ayat sebelum beralih ke mushaf Braille konvensional. Pendekatan sistematis ini dirancang agar pengguna dapat belajar secara mandiri maupun melalui pendampingan.

Pengembangan IQRO Elektronik merupakan bagian dari program kompetisi sosial-preneurship berbasis teknologi digital yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia dan Telkom University bersama Danantara.

Program tersebut mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia menghadirkan inovasi sosial berdampak berkelanjutan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Dengan rencana distribusi nasional ini, Aldino berharap IQRO Elektronik dapat menjadi model pembelajaran Al-Qur’an Braille interaktif yang direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pendidikan keagamaan yang inklusif serta membuka akses belajar yang lebih setara bagi penyandang disabilitas netra di tingkat nasional.