Mesin frais adalah salah satu alat mesin perkakas yang sangat penting dalam industri manufaktur. Dengan kemampuannya untuk menghasilkan bentuk-bentuk kompleks dengan presisi tinggi, mesin frais menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi produksi. Prinsip kerja mesin frais melibatkan interaksi antara pisau frais yang berputar dan benda kerja yang ditempatkan pada meja mesin. Proses ini memadukan gerakan rotasi dari pisau dengan gerakan linear atau translasi benda kerja untuk mencapai hasil pemotongan yang akurat.
Pemahaman tentang prinsip kerja mesin frais sangat penting bagi para teknisi, operator mesin, maupun calon pengguna yang ingin belajar lebih lanjut tentang alat ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci bagaimana mesin frais bekerja, bagian-bagian utamanya, jenis-jenisnya, serta metode pengefraisan yang umum digunakan. Artikel ini dirancang untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami, terutama bagi pemula yang ingin mempelajari dasar-dasar mesin frais.
Prinsip kerja mesin frais dimulai dari sumber daya listrik yang diubah menjadi energi mekanik oleh motor listrik. Energi ini kemudian dialirkan melalui sistem transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin. Spindel ini berfungsi sebagai poros utama yang menahan pisau frais. Saat pisau berputar, ia melakukan gerakan potong terhadap benda kerja yang ditempatkan pada meja mesin. Proses ini dilengkapi dengan gerakan pemakanan dan penyetelan agar benda kerja dapat masuk ke dalam area potong secara tepat dan efisien.
Dalam praktiknya, mesin frais memiliki beberapa jenis seperti mesin frais horizontal, vertikal, dan universal. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kegunaan khusus sesuai dengan jenis pekerjaan yang dikerjakan. Selain itu, ada juga metode pengefraisan seperti climb mill dan conventional milling yang memengaruhi hasil akhir produk. Untuk memperdalam pemahaman, artikel ini akan menjelaskan semua aspek tersebut secara terstruktur dan lengkap.
Prinsip Kerja Dasar Mesin Frais
Prinsip kerja mesin frais didasarkan pada konsep dasar bahwa tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh motor listrik. Gerakan utama ini kemudian diteruskan melalui sistem transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin. Spindel ini merupakan poros utama yang menahan pisau frais, yang berfungsi sebagai alat potong.
Saat pisau frais berputar, ia melakukan gerakan rotasi terhadap benda kerja yang ditempatkan pada meja mesin. Benda kerja ini dapat digerakkan secara linear atau translasi untuk memastikan bahwa permukaan yang dibutuhkan dapat dipotong secara merata dan presisi. Proses ini dilengkapi dengan tiga gerakan utama dalam mesin frais, yaitu:
- Gerakan Pemotongan: Sisi potong cutter berbentuk bulat dan berputar dengan pusat sumbu utama.
- Gerakan Pemakanan: Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong dan digerakkan mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.
- Gerakan Penyetelan: Gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakanan, dan pengembalian, agar benda kerja dapat masuk ke dalam sisi potong cutter.
Proses ini memungkinkan mesin frais untuk melakukan berbagai jenis pemotongan, termasuk permukaan datar, alur, roda gigi, dan lainnya. Dengan kombinasi gerakan-gerakan ini, mesin frais mampu menghasilkan produk dengan ketelitian tinggi dan kualitas yang baik.
Selain itu, kecepatan potong dan pemakanan juga berpengaruh besar terhadap hasil akhir. Kecepatan potong mengacu pada panjang bram yang terpotong oleh satu mata potong pisau frais dalam satu menit. Sedangkan pemakanan mengacu pada besarnya pergeseran benda kerja dalam satu putaran pisau frais. Keduanya harus disesuaikan dengan jenis bahan dan diameter pisau frais agar proses pemotongan berjalan optimal.
Bagian-Bagian Utama Mesin Frais
Mesin frais terdiri dari berbagai komponen yang saling bekerja sama untuk menjalankan fungsi pemotongan. Berikut adalah bagian-bagian utama dari mesin frais:
- Spindel: Poros utama yang menahan pisau frais dan berfungsi sebagai sumber gerakan putar.
- Arbor: Alat pendukung yang menempatkan pisau frais pada spindel.
- Meja Mesin: Tempat untuk memasang benda kerja dan perlengkapan mesin.
- Lutut (Knee): Komponen yang mengatur tingginya meja mesin.
- Engkol dan Tuas: Digunakan untuk menggerakkan meja dalam arah memanjang, melintang, atau tegak.
- Baut Penyetel: Untuk menghilangkan getaran meja.
- Tuas Pengunci Meja: Mengunci posisi meja agar tidak bergerak selama proses pemotongan.
- Tiang: Untuk mengatur turun-naiknya meja.
- Nok Pembatas: Membatasi jarak gerakan otomatis.
- Lengan dan Penyokong Arbor: Untuk memindahkan arbor dan menopangnya.
Setiap bagian ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan presisi selama proses pemotongan. Misalnya, spindel dan arbor bertanggung jawab atas gerakan rotasi pisau, sedangkan meja dan lutut menentukan posisi benda kerja. Tuas dan engkol digunakan untuk mengatur gerakan meja, sementara baut penyetel dan tuas pengunci meja membantu menjaga stabilitas selama proses berlangsung.
Jenis-Jenis Mesin Frais
Mesin frais tersedia dalam beberapa jenis, masing-masing memiliki kelebihan dan kegunaan khusus. Berikut adalah beberapa jenis mesin frais yang umum digunakan:
1. Mesin Frais Horizontal
Mesin frais horizontal memiliki poros utama yang berputar secara horizontal. Biasanya digunakan untuk mengerjakan permukaan datar dan alur. Tipe ini sering digunakan dalam produksi massal karena kemampuannya untuk menghasilkan permukaan yang rata dan presisi tinggi.
2. Mesin Frais Vertikal
Mesin frais vertikal memiliki poros utama yang berputar secara vertikal. Poros ini ditempatkan pada kepala tegak (vertical head spindle), yang dapat dimiringkan hingga 60 derajat. Mesin ini cocok untuk mengerjakan permukaan bersudut, datar, beralur, serta permukaan melingkar atau bulat.
3. Mesin Frais Universal
Mesin frais universal merupakan gabungan dari mesin frais horizontal dan vertikal. Mesin ini mampu melakukan berbagai jenis pekerjaan seperti pengefraisan muka, datar, spiral, roda gigi, pengeboran, reamer, dan pembuatan alur luar maupun dalam. Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas dalam penggunaan, sehingga cocok untuk berbagai jenis pekerjaan.
Setiap jenis mesin frais memiliki karakteristik unik yang membuatnya cocok untuk aplikasi tertentu. Pemilihan jenis mesin frais bergantung pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan, tingkat presisi yang diperlukan, serta kapasitas produksi.
Metode Pengefraisan
Ada dua metode pengefraisan yang umum digunakan dalam proses pemotongan menggunakan mesin frais, yaitu:
1. Climb Mill
Metode ini melibatkan putaran cutter yang searah dengan gerakan benda kerja. Gaya potong menarik benda kerja ke dalam cutter, sehingga risiko kerusakan pahat lebih tinggi. Metode ini hanya boleh digunakan pada mesin yang dilengkapi alat pengukur keregangan.
2. Conventional Milling
Metode ini melibatkan putaran cutter yang berlawanan arah dengan gerakan benda kerja. Pemotongan dimulai dengan beram yang tipis, sehingga mengurangi risiko kerusakan pahat. Metode ini digunakan untuk semua jenis mesin frais dan umumnya lebih aman dan stabil.
Pemilihan metode pengefraisan tergantung pada jenis bahan, ketebalan benda kerja, serta kondisi mesin. Dengan memahami kedua metode ini, operator mesin dapat memilih metode yang paling sesuai untuk setiap jenis pekerjaan.
Kecepatan Potong dan Pemakanan
Kecepatan potong dan pemakanan adalah faktor penting dalam menentukan hasil akhir pemotongan. Kecepatan potong mengacu pada panjang bram yang terpotong oleh satu mata potong pisau frais dalam satu menit. Kecepatan ini bervariasi tergantung pada jenis bahan dan diameter pisau frais. Semakin keras bahan, semakin rendah kecepatan potongnya.
Pemakanan, di sisi lain, mengacu pada besarnya pergeseran benda kerja dalam satu putaran pisau frais. Besarnya pemakanan dihitung dengan rumus:
$$
f = F \times T \times n
$$
di mana:
– $ f $ = Besarnya pemakanan per menit
– $ F $ = Besarnya pemakanan per mata pisau
– $ T $ = Jumlah mata potong pisau
– $ n $ = Jumlah putaran pisau per menit
Pemilihan kecepatan potong dan pemakanan yang tepat sangat penting untuk memastikan kualitas hasil pemotongan dan menghindari kerusakan alat serta benda kerja.
Kesimpulan
Prinsip kerja mesin frais melibatkan interaksi antara pisau frais yang berputar dan benda kerja yang ditempatkan pada meja mesin. Proses ini dilengkapi dengan tiga gerakan utama: gerakan pemotongan, pemakanan, dan penyetelan. Mesin frais memiliki berbagai jenis seperti horizontal, vertikal, dan universal, masing-masing cocok untuk jenis pekerjaan tertentu.
Selain itu, ada dua metode pengefraisan yang umum digunakan, yaitu climb mill dan conventional milling. Pemilihan metode ini tergantung pada kondisi mesin dan jenis bahan yang digunakan. Kecepatan potong dan pemakanan juga memengaruhi hasil akhir, sehingga perlu disesuaikan dengan bahan dan diameter pisau frais.
Dengan pemahaman yang baik tentang prinsip kerja mesin frais, operator dan teknisi dapat memaksimalkan kinerja mesin dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.





