Indoaktual – Boyolali, 18 Desember 2025 Mahasiswa Program Studi Desain Mode Batik, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Aisyah Farah Hamidah, secara resmi memperkenalkan karya motif batik baru yang dirancang khusus untuk mengangkat identitas lokal Desa Banyuanyar, Kabupaten Boyolali. Motif yang diberi judul “Pratala Mulya” ini memadukan estetika seni batik dengan potensi komoditas unggulan desa.
Nama “Pratala Mulya” diambil dari bahasa Sanskerta, di mana Pratala berarti bumi dan Mulya berarti mulia atau kejayaan. Secara filosofis, motif ini menggambarkan rasa syukur atas kemuliaan bumi Banyuanyar yang memberikan keberkahan bagi masyarakatnya.
Dalam desain “Pratala Mulya”, Aisyah secara harmonis memadukan lima elemen utama yang menjadi urat nadi perekonomian Desa Banyuanyar ke dalam satu kesatuan motif yang estetik. Visualisasi kekayaan alam tersebut nampak pada stilasi bentuk biji dan daun kopi yang melambangkan ketangguhan, serta representasi susu yang digambarkan melalui stilasi kepala sapi sebagai simbol sumber kehidupan.
Tak ketinggalan, elemen jahe simbol kehangatan, dan madu yang terinspirasi dari struktur sarang lebah disisipkan sebagai simbol kerja keras, yang bersanding apik dengan guratan daun tembakau yang ikonik sebagai warisan pertanian lokal yang melegenda.

“Melalui desain ini, saya ingin menciptakan identitas visual yang kuat bagi Desa Banyuanyar. Batik bukan sekadar kain, tapi media bercerita. Saya berharap ‘Pratala Mulya’ dapat meningkatkan kebanggaan warga sekaligus menjadi produk unggulan untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif desa” ujar Aisyah Farah Hamidah.
Karya ini merupakan hasil dari proses riset mendalam mengenai potensi daerah yang kemudian dituangkan dalam stilasi motif batik yang modern namun tetap menjaga pakem tradisi. Kehadiran motif ini juga mendapat apresiasi positif dari tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat yang hadir dalam sesi dokumentasi produk.
Dengan lahirnya motif Pratala Mulya, diharapkan Desa Banyuanyar memiliki ikon baru yang dapat diproduksi secara massal oleh perajin lokal, sehingga mampu membuka peluang lapangan kerja baru dan memperkuat branding Banyuanyar sebagai desa mandiri yang kaya akan sumber daya alam.
Penulis: Aisyah Farah Hamidah – Program Studi Desain Mode Batik, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta





