Indoaktual, Semarang – Tim dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan desain produk digital kreatif bagi remaja Panti Asuhan Al Jannah, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Kegiatan ini diketuai oleh Aditiya Pratama Nugroho, S.ST., S.M., M.M. dengan anggota tim Prianka Ratri Nastiti, S.E., M.M. dan Febrian Murti Dewanto, S.E., M.Kom. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital sekaligus membuka wawasan peserta mengenai peluang kerja remote dan income tambahan di era ekonomi digital.

Program tersebut mengangkat tema “Pelatihan Desain Produk Digital Kreatif sebagai Peluang Kerja Remote dan Income Tambahan bagi Remaja Panti Asuhan Al Jannah”.

Ketua tim pengabdian Aditiya Pratama Nugroho, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini telah menciptakan berbagai peluang kerja baru yang dapat dilakukan secara fleksibel tanpa terikat ruang dan waktu.

Masih banyak remaja dari kelompok rentan yang belum memiliki keterampilan digital produktif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Kami melihat sebagian besar remaja sebenarnya sudah akrab dengan gadget dan media sosial, tetapi pemanfaatannya masih sebatas hiburan. Melalui pelatihan ini kami ingin mengarahkan mereka agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana produktif dan peluang penghasilan tambahan,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dengan metode praktik langsung menggunakan aplikasi Canva dan platform Lynk.id. Peserta diberikan materi mulai dari pengenalan ekonomi digital, dasar desain grafis, pembuatan produk digital sederhana, hingga simulasi monetisasi produk digital melalui platform digital.

Peserta diajarkan membuat berbagai produk digital sederhana seperti poster promosi, template media sosial, dan coloring book digital.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai konsep kerja remote, etika komunikasi profesional di ruang digital, serta cara membangun portofolio sederhana untuk kebutuhan freelance digital.

Tim pengabdian juga mengenalkan platform Lynk.id sebagai media penjualan produk digital. Peserta mendapatkan simulasi cara mengunggah karya digital, menentukan harga jual, hingga membagikan tautan produk melalui media sosial.

Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya memahami proses desain, tetapi juga mengetahui bagaimana keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif berbasis digital.

Pelaksanaan kegiatan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Sebagian besar peserta mengaku baru mengetahui bahwa desain sederhana yang dibuat menggunakan Canva dapat dijual secara online tanpa memerlukan modal besar.

Melalui pendampingan langsung, peserta berhasil menghasilkan produk digital sederhana yang kemudian dijadikan sebagai portofolio awal.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator pelatihan. Pemahaman desain dasar meningkat dari 40% menjadi 85%, kemampuan penggunaan Canva meningkat dari 38% menjadi 88%, sedangkan kemampuan membuat desain sederhana meningkat dari 42% menjadi 86%.

Selain itu, peserta juga mulai memahami peluang kerja remote dan kewirausahaan digital secara lebih baik setelah mengikuti pelatihan.

Pengurus Panti Asuhan Al Jannah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pembentukan budaya belajar kreatif dan literasi digital produktif di lingkungan panti asuhan.

Melalui kegiatan pengabdian ini tim dosen UPGRIS berharap remaja panti asuhan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkembang menjadi kreator digital yang mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.