Dalam dunia kesehatan, istilah-istilah teknis sering kali muncul dalam hasil pemeriksaan laboratorium. Salah satu dari istilah tersebut adalah NRBC (Nucleated Red Blood Cell), yang merupakan singkatan dari “Sel Darah Merah Berinti”. Meskipun terdengar asing bagi sebagian orang, NRBC memiliki peran penting dalam mengevaluasi kondisi kesehatan seseorang, terutama dalam konteks penyakit darah dan gangguan hematologi.
NRBC, atau sel darah merah berinti, adalah jenis sel darah merah yang masih memiliki inti sel. Dalam keadaan normal, sel darah merah dewasa tidak memiliki inti karena mereka telah matang sepenuhnya. Namun, dalam situasi tertentu seperti stres hematologis atau penyakit tertentu, tubuh dapat menghasilkan sel darah merah yang masih memiliki inti. Hal ini bisa menjadi indikator adanya kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Pemahaman tentang NRBC sangat penting bagi para profesional kesehatan dan pasien yang menjalani pemeriksaan darah. Hasil pengukuran NRBC dapat memberikan informasi penting tentang fungsi sumsum tulang, proses pembentukan sel darah merah, serta kemungkinan adanya gangguan kesehatan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu NRBC, bagaimana cara pengukurannya, serta implikasinya dalam kesehatan manusia.
Apa Itu NRBC?
NRBC, atau Nucleated Red Blood Cell, adalah sel darah merah yang masih memiliki inti sel. Dalam kondisi normal, sel darah merah dewasa tidak memiliki inti karena mereka telah matang sepenuhnya. Namun, dalam beberapa kondisi medis, tubuh dapat menghasilkan sel darah merah yang masih memiliki inti. NRBC biasanya ditemukan dalam darah tepi pada bayi baru lahir, namun juga bisa muncul pada orang dewasa dalam situasi tertentu.
Pengertian NRBC berasal dari istilah “nucleated”, yang berarti memiliki inti sel. Sel darah merah yang memiliki inti ini sering kali dianggap sebagai tanda adanya aktivitas hematopoietik yang meningkat, yaitu proses pembentukan sel darah merah. NRBC bisa muncul akibat stres pada sumsum tulang, infeksi, anemia, atau penyakit lainnya yang memengaruhi produksi sel darah merah.
Fungsi Utama NRBC
-
Indikator Aktivitas Hematopoietik
NRBC sering digunakan sebagai indikator aktivitas sumsum tulang. Jika jumlah NRBC meningkat, ini bisa menunjukkan bahwa tubuh sedang mencoba mengganti sel darah merah yang rusak atau hilang. -
Membantu Diagnosis Penyakit
Peningkatan jumlah NRBC bisa menjadi tanda adanya penyakit seperti talasemia, anemia, atau gangguan hematologis lainnya. Dengan mengetahui tingkat NRBC, dokter dapat menentukan apakah ada masalah dalam produksi sel darah merah. -
Menilai Respons Terhadap Pengobatan
Dalam kasus pasien yang sedang menjalani pengobatan untuk anemia atau penyakit darah, penurunan jumlah NRBC bisa menunjukkan bahwa pengobatan efektif dan tubuh mulai pulih. -
Kondisi Bayi Baru Lahir
NRBC sering ditemukan dalam darah bayi baru lahir, terutama jika bayi lahir prematur. Ini bisa menjadi indikator kesehatan bayi dan respons tubuh terhadap tekanan lingkungan.
Cara Mengukur NRBC
Pengukuran NRBC dilakukan melalui pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/ CBC). Dalam pemeriksaan ini, sel darah merah yang memiliki inti akan dihitung dan dibandingkan dengan nilai rujukan yang telah ditetapkan. Nilai rujukan bisa berbeda-beda tergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan faktor-faktor lainnya.
Teknik Pengukuran
-
Pemeriksaan Mikroskopis
Dalam metode ini, darah dipelajari menggunakan mikroskop untuk mengidentifikasi sel-sel darah merah yang memiliki inti. Teknik ini umumnya digunakan dalam laboratorium medis. -
Automated Cell Counters
Di laboratorium modern, alat otomatis digunakan untuk menghitung sel darah merah berinti. Alat ini dapat memberikan hasil yang akurat dan cepat. -
Hematology Analyzer
Alat ini mampu mendeteksi sel darah merah berinti dengan menggunakan teknologi canggih. Hasilnya bisa langsung dicetak atau disimpan dalam sistem komputer.
Nilai Rujukan NRBC
Nilai rujukan NRBC bisa berbeda-beda tergantung pada usia dan kondisi kesehatan. Misalnya:
- Bayi Baru Lahir: Dalam darah bayi baru lahir, jumlah NRBC bisa mencapai 1000 NRBC/100 WBC.
- Anak-anak dan Dewasa: Untuk anak-anak dan dewasa, nilai rujukan biasanya antara 0,01 hingga 0,10.
Jika jumlah NRBC melebihi nilai rujukan, ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Penyebab Tingginya NRBC
Tingginya jumlah NRBC bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik karena kondisi fisiologis maupun patologis. Beberapa penyebab utama termasuk:
1. Penyakit Hematologis
- Talasemia: Sebuah penyakit genetik yang menyebabkan produksi hemoglobin yang tidak normal.
- Anemia Aplastik: Kondisi di mana sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah merah yang cukup.
- Myeloproliferative Disorders: Gangguan pada sumsum tulang yang menyebabkan produksi sel darah merah berlebihan.
2. Stres Hematologis
- Hipoksia: Kekurangan oksigen dalam tubuh yang bisa terjadi akibat penyakit jantung atau paru-paru.
- Infeksi Berat: Infeksi yang memengaruhi fungsi sumsum tulang.
- Perdarahan Berat: Kehilangan darah yang signifikan bisa memicu tubuh untuk memproduksi sel darah merah lebih banyak.
3. Kondisi Lain
- Penyakit Paru-paru Kronis: Seperti emfisema atau asma berat.
- Gagal Jantung: Penyakit jantung yang menyebabkan penurunan aliran darah ke organ-organ vital.
Penyebab Rendahnya NRBC
Meskipun peningkatan NRBC sering kali menjadi perhatian, penurunan jumlah NRBC juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Beberapa penyebab rendahnya NRBC meliputi:
1. Anemia
- Anemia bisa menyebabkan penurunan produksi sel darah merah, termasuk NRBC.
2. Gangguan Sumsum Tulang
- Kondisi seperti aplastik anemia atau leukaemia bisa mengganggu produksi sel darah merah.
3. Penggunaan Obat
- Beberapa obat, seperti antibiotik atau obat kemoterapi, bisa memengaruhi produksi sel darah merah.
4. Kondisi Autoimun
- Sistem imun yang menyerang sel darah merah sendiri bisa menyebabkan penurunan jumlah NRBC.
Peran NRBC dalam Kesehatan
NRBC memainkan peran penting dalam berbagai aspek kesehatan, terutama dalam bidang hematologi. Berikut adalah beberapa peran utamanya:
1. Diagnosis Awal Penyakit
NRBC bisa menjadi indikator awal adanya penyakit darah. Dengan mengetahui tingkat NRBC, dokter bisa menentukan apakah ada gangguan dalam produksi sel darah merah.
2. Evaluasi Respons Pengobatan
Dalam kasus pasien yang sedang menjalani pengobatan untuk anemia atau penyakit darah lainnya, penurunan jumlah NRBC bisa menunjukkan bahwa pengobatan efektif dan tubuh mulai pulih.
3. Pemantauan Kesehatan Bayi
Pada bayi baru lahir, NRBC bisa menjadi indikator kesehatan dan respons tubuh terhadap lingkungan. Jika jumlah NRBC terlalu tinggi, ini bisa menandakan bahwa bayi mengalami stres atau kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan.
4. Penelitian dan Pengembangan Medis
NRBC juga digunakan dalam penelitian medis untuk memahami lebih dalam tentang proses pembentukan sel darah merah dan pengaruh berbagai faktor terhadap kesehatan.
Kesimpulan
NRBC, atau sel darah merah berinti, adalah salah satu parameter penting dalam pemeriksaan darah yang bisa memberikan informasi penting tentang kondisi kesehatan seseorang. Dengan memahami arti, fungsi, dan penyebab variasi jumlah NRBC, kita bisa lebih waspada terhadap potensi gangguan kesehatan dan mengambil langkah-langkah preventif atau pengobatan yang sesuai.
Apabila Anda atau anggota keluarga Anda memiliki riwayat penyakit darah atau kondisi kesehatan tertentu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin dan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa semua parameter kesehatan, termasuk NRBC, berada dalam batas normal.
Dengan pengetahuan yang cukup tentang NRBC, kita bisa lebih sadar akan kesehatan diri sendiri dan orang-orang terdekat, serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kesejahteraan jangka panjang.





