Indoaktual, Sragen, 31 Juli 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja pemanfaatan abu sampah organik hasil pembakaran menggunakan Rocket Stove dengan penambahan ekskreta ayam sebagai bahan pupuk organomineral di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini diinisiasi dengan melihat potensi sampah organik dan ekskreta ayam yang tersedia di lingkungan masyarakat. Sampah organik diolah melalui pembakaran menggunakan Rocket Stove hingga menghasilkan abu, sementara ekskreta ayam dimanfaatkan sebagai bahan organik. Kedua bahan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari formulasi pupuk organomineral.

Dengan menyasar masyarakat Desa Karangpelem secara umum, khususnya masyarakat yang memiliki aktivitas peternakan, program ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan limbah dan sisa pembakaran menjadi produk yang lebih bernilai guna. Selain pemanfaatan bahan, kegiatan ini juga memperkenalkan Rocket Stove sebagai metode pembakaran sampah organik.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari Program Studi Peternakan, Habib Zakaria Miftah, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari potensi yang mudah ditemukan di Desa Karangpelem. “Kami melihat bahwa aktivitas peternakan di Desa Karangpelem menghasilkan ekskreta ayam yang cukup mudah ditemukan. Di sisi lain, sampah organik juga tersedia dari aktivitas masyarakat. Kami mencoba memanfaatkan kedua sumber tersebut dengan menggunakan Rocket Stove untuk mengolah sampah organik menjadi abu yang kemudian dimanfaatkan bersama ekskreta ayam sebagai bahan pupuk organomineral,” ujarnya.

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro membuat pupuk organomineral hasil dari pembakaran sampah organik dan pemanfaatan limbah ekskreta ayam petelur di Desa KarangPelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.(DOK. KKN UNDIP)

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai potensi sampah organik dan ekskreta ayam, dilanjutkan dengan pengenalan proses pembakaran menggunakan Rocket Stove, serta pemanfaatan abu hasil pembakaran sampah organik yang dikombinasikan dengan ekskreta ayam sebagai bahan pupuk organomineral.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai pemanfaatan sampah organik, Rocket Stove, serta pengelolaan ekskreta ayam.

Bapak Suwarno S.E, selaku Kepala Desa Karangpelem, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Program ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat, khususnya mengenai pemanfaatan sampah organik dan ekskreta ayam. Program ini sangat membantu masyarakat dalam mengelola sampah dan limbah peternakan agar lebih bermanfaat,” ujarnya.

Peternakan menjadi salah satu aktivitas yang banyak dijalankan oleh masyarakat Desa Karangpelem. sehingga ekskreta ayam menjadi salah satu sumber daya yang potensial untuk dimanfaatkan.

Sementara itu, penggunaan Rocket Stove menjadi bagian penting dalam program karena memungkinkan sampah organik diolah menjadi abu yang kemudian dimanfaatkan dalam formulasi pupuk organomineral.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat dapat melihat potensi pemanfaatan sampah organik dan limbah peternakan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendorong pengelolaan limbah berbasis potensi lokal dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Penulis/Reporter: Habib Zakaria Miftah

Fotografer: Naila Fidya

Kontak Media/Humas Kelompok: IG @kkn.karangpelem