INDOAKTUAL, SUKOREJO – Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 42 Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi meluncurkan akun Instagram bisnis @akarebydeworejo sebagai langkah konkret mendorong digitalisasi ekonomi desa.
Akun ini menjadi kanal media sosial resmi bagi Akare by Deworejo, merek payung yang menaungi beragam produk hasil olahan UMKM di Desa Sukorejo.
Peluncuran platform digital ini bertujuan menyediakan wadah promosi yang terpadu dan profesional bagi produk-produk lokal. Selama ini, sebagian besar pelaku usaha di desa masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut yang jangkauannya terbatas.
Dengan kehadiran akun Instagram bisnis, produk desa kini memiliki saluran resmi untuk membangun brand awareness, memperkenalkan nilai unik produk, serta menjangkau calon konsumen di luar wilayah Sukorejo secara lebih efisien.
Pada tahap awal, mahasiswa KKNT IDBU 42 UNDIP fokus menyusun infrastruktur dasar media sosial. Proses dimulai dari pembuatan profil bisnis, penjagaan identitas visual yang konsisten, hingga penyusunan etalase produk di tampilan feed.
Foto-foto katalog produk unggulan UMKM diunggah secara terstruktur lengkap dengan informasi pendukung. Penataan awal ini dinilai krusial untuk menciptakan kesan pertama yang profesional sekaligus meningkatkan kepercayaan calon pembeli (brand trust) saat mengunjungi halaman profil.
Kehadiran akun Instagram @akarebydeworejo tidak hanya berhenti pada katalog awal. Platform ini dipersiapkan sebagai sarana komunikasi digital yang dinamis dan berkelanjutan.
Dengan tampilan yang rapi dan terkonsep, produk-produk olahan warga Desa Sukorejo kini memiliki pijakan lebih kuat untuk bersaing di ekosistem pasar digital.
Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawalan Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Arahan teknis yang diberikan membantu tim merancang pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha desa.
Inisiatif KKNT IDBU 42 UNDIP ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan kanal digital yang lebih mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.





