Indoaktual, Brebes ~ Sebanyak 214 siswa SMAN 01 Wanasari, Kabupaten Brebes, mendapatkan edukasi pencegahan diabetes melalui kegiatan interaktif yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata (UAA) Kelompok 29. Edukasi tersebut mengajak remaja mengenali kandungan gula dalam minuman yang biasa dikonsumsi sehari-hari melalui praktik “Sugar Detektif”.
Kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga pola konsumsi dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja.
Program pengabdian kepada masyarakat itu mengusung tema “Pemberdayaan Penguatan Kesadaran Kesehatan dan Persiapan Masa Depan untuk Menciptakan Generasi Remaja yang Sehat, Pintar, dan Mandiri”.
Mahasiswa KKN-T UAA mengemas kegiatan dengan pendekatan interaktif agar informasi mengenai diabetes tidak hanya diterima siswa sebagai materi teoritis. Peserta dilibatkan dalam sejumlah kegiatan yang menghubungkan pengetahuan kesehatan dengan kebiasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Sugar Detektif Kenalkan Kandungan Gula Minuman
Salah satu sesi utama dalam kegiatan tersebut adalah Sugar Detektif. Melalui sesi ini, siswa diajak mengenali sekaligus mengukur kandungan gula pada sejumlah minuman yang umum dikonsumsi sehari-hari.
Mahasiswa telah menyiapkan alat dan bahan yang digunakan siswa untuk menyesuaikan takaran gula berdasarkan kandungan yang terdapat dalam masing-masing minuman. Dengan praktik tersebut, peserta dapat melihat secara langsung jumlah gula yang terkandung dalam minuman yang mungkin selama ini mereka konsumsi.
Siswa juga membandingkan kandungan gula dari beberapa jenis minuman yang digunakan dalam kegiatan. Cara tersebut diharapkan membantu peserta memahami bahwa memilih minuman tidak cukup hanya mempertimbangkan rasa maupun kemasan, tetapi juga perlu memperhatikan kandungan di dalamnya.
Ketua KKN-T 29 UAA, Arep Kurniawan, mengatakan praktik langsung membuat informasi mengenai kandungan gula menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa.
“Selama ini siswa mungkin hanya melihat minuman dari rasa atau kemasannya, tanpa mengetahui berapa banyak gula yang ada di dalamnya. Melalui Sugar Detektif, mereka bisa melihat sendiri kandungan gula dari minuman yang biasa dikonsumsi. Harapannya, setelah kegiatan ini mereka bisa lebih sadar dan bijak dalam memilih minuman sebagai salah satu upaya sederhana untuk mencegah diabetes sejak dini,” ujar Arep.
Menurut Arep, metode praktik juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan jika siswa hanya menerima penjelasan. Peserta dapat melihat secara konkret kandungan gula dari minuman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Kesehatan Dikenalkan sebagai Bagian dari Persiapan Masa Depan
Sebelum masuk pada materi utama mengenai diabetes, kegiatan diawali dengan sesi KNOW US. Melalui sesi tersebut, siswa diajak mengenali dan merefleksikan masa depan yang ingin mereka capai.
Mahasiswa KKN-T UAA kemudian menghubungkan persiapan masa depan dengan pentingnya menjaga kesehatan. Siswa diberi pemahaman bahwa pendidikan dan cita-cita perlu berjalan bersama dengan kebiasaan hidup yang baik sejak usia muda.
Pendekatan tersebut digunakan agar pembahasan kesehatan lebih dekat dengan kehidupan peserta. Keputusan sederhana dalam memilih makanan maupun minuman sehari-hari dikenalkan sebagai salah satu bagian dalam menjaga kondisi kesehatan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ice breaking dan pre-test. Pre-test dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa sebelum memperoleh materi mengenai diabetes dan upaya pencegahannya.
Pada sesi KNOW YOURSELF, mahasiswa memberikan edukasi mengenai diabetes serta pentingnya melakukan pencegahan sejak usia remaja. Peserta diajak memahami keterkaitan antara pilihan makanan dan minuman sehari-hari dengan upaya menjaga kesehatan.
Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi dilengkapi praktik agar siswa dapat menghubungkan informasi yang mereka terima dengan pola konsumsi dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Mahasiswa KKN-T dan Sekolah Dukung Edukasi Kesehatan
Pelaksanaan edukasi kesehatan tersebut mendapat dukungan dari pihak SMAN 01 Wanasari. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Kelompok 29 dan pihak sekolah menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan bagi 214 siswa tersebut.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T UAA, apt. Ari Widhiarso, M. Farm., menilai kerja sama mahasiswa dengan SMAN 01 Wanasari menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi para siswa, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui kerja sama dengan pihak sekolah.
Setelah seluruh materi dan praktik selesai, siswa mengikuti post-test. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur kembali pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian edukasi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi penutupan dan foto bersama. Antusiasme peserta juga terlihat melalui kesan dan pesan yang disampaikan siswa dalam video dan kemudian diunggah melalui Instagram.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T UAA Kelompok 29 berharap siswa semakin memahami pentingnya memperhatikan pola konsumsi dan membangun kebiasaan hidup sehat.
Edukasi melalui pengenalan kandungan gula juga diharapkan dapat mendorong remaja lebih bijak ketika memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Kesadaran dan pilihan sederhana sejak usia remaja menjadi pesan utama yang dikenalkan mahasiswa sebagai bagian dari upaya pencegahan diabetes sejak dini.





