INDOAKTUAL, SEMARANG – Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Erfan Maulana, menuntaskan magang industri selama tiga bulan di PT Devata Studio Kreatif, studio animasi 3D di Padang, Sumatera Barat. Selama 22 Juli hingga 14 Oktober 2026, ia menjalani dua peran: sebagai 3D character modeler, lalu sebagai Project Manager produksi trailer animasi Bunkar Movie.
Magang ini dijalankan lewat Program Bootcamp – Jalur Skill, program pembelajaran berbasis proyek nyata yang diselenggarakan Devata Studio, studio yang dikenal lewat film animasi berlatar budaya Minangkabau, “Puti dan Batu Batikam”. Peserta belajar melalui pengerjaan proyek, mendapat mentoring, dan dinilai dengan sistem skor.
Pada bulan pertama, Erfan berfokus pada pemodelan dan texturing karakter 3D. Ia menyelesaikan 14 task karakter dan meraih peringkat pertama di antara peserta batch Juli–Desember 2026 pada sistem skor program.
Pada bulan kedua dan ketiga, Erfan dipercaya menjadi Project Manager produksi trailer Bunkar Movie, dengan tim 19 anggota, 17 di antaranya peserta magang. Tugasnya meliputi memantau progres produksi, membagikan tugas kepada anggota yang belum memiliki task, menetapkan jadwal dan tenggat, menindaklanjuti pekerjaan yang tertahan atau terlambat, serta mengoordinasikan anggota dengan Sutradara dan Produser. Hasil pengelolaan tim ia laporkan setiap minggu kepada Direktur Devata Studio, Radev Muhammad Aziz, yang juga menjadi pembimbing lapangan.
“Di produksi animasi, kualitas hasil sangat bergantung pada koordinasi. Lewat magang ini saya belajar bahwa teori perencanaan dan pengendalian benar-benar terasa ketika dipakai untuk memastikan belasan orang bekerja ke arah yang sama,” ujar Erfan.
Selama magang, Erfan dibimbing oleh dosen pembimbing UPGRIS, Ratih Hesty Utami Puspitasari, S.E., M.M. Pengalaman ini menjadi kesempatan menerapkan ilmu manajemen, yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, di industri kreatif.
Erfan berharap program serupa terus berkembang sehingga lebih banyak mahasiswa dapat belajar langsung dari industri. “Magang seperti ini mempertemukan kemampuan teknis dengan kemampuan mengelola orang dan waktu. Dua-duanya sama pentingnya,” tambahnya.
Narahubung: Erfan Maulana · erfanmaulana2112@gmail.com





