Indoaktual, Semarang, Jawa Tengah — Dalam Upaya mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing usaha mikro, FEB UPGRIS dan UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Semarang, sukses menyelenggarakan Workshop bertema “Pendampingan Kewirausahaan untuk Peningkatan Penjualan Produk”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 orang pelaku UMKM se-Kota Semarang bertempat di Hotel Pandanaran, Jl Pandanaran No. 58 Pekunden, Semarang.
Workshop ini dirancang untuk menjawab tantangan utama yang dihadapai UMKM, yakni pengelolaan keuangan yang masih manual dan keterbatasan akses terhadap teknologi digital. Bertindak sebagai narasumber yang diketuai oleh Ratih Milati Ilham, S.E.Sy., M.E., bersama dosen FEB Universitas PGRI Semarang yang lain yakni Fithri Widyanita Yarisma, S.E., Ak., M.Ak., Dr. Ira Setiawati, S.E., M.Si., dan Fatkhul Amin, S.T., M.Kom. memberikan pendampingan intensif mengenai manajemen keuangan cerdas yang terintegrasi dengan teknologi terkini dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
“Finansial cerdas adalah kunci agar UMKM bisa bertahan dan berkembang. Kami juga mendorong pelaku usaha untuk disiplin memisahkan rekening pribadi dan bisnis, serta selalu mencatat pengeluaran dan pemasukan bisnis dengan bantuan aplikasi keuangan digital. Selain itu peserta juga diajak untuk mengadopsi transformasi digital untuk pemasarannya” ujar Ratih Milati Ilham.

Hal yang membedakan workshop kali ini adalah integrasi materi akuntansi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Dimana penggunaan aplikasi Buku Warung sebagai solusi praktis agar pelaku UMKM tidak lagi pusing dengan catatan manual yang rawan hilang, serta laporan laba rugi dapat dipantau secara real-time, pemanfaatan AI untuk pemasaran digunakan menciptakan konten promosi yang kreatif, ide pemasaran yang inovatif, hingga cara merespon pelanggan dengan cepat dan personal melalui perangkat smartphone.
Ratih Milati Ilham juga menekankan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata kepada UPPKA Disdalduk dan KB Kota Semarang dalam mendampingi pelaku UMKM agar tidak hanya berjualan secara konvensional, tetapi juga melek teknologi.
“Kami ingin UMKM di bawah naungan Disdalduk dan KB Kota Semarang bisa naik kelas. Dengan mengkombinasikan manajemen keuangan yang rapi dan adaptasi teknologi seperti AI dan aplikasi pembukuan, kami yakin para pelaku usaha akan lebih percaya diri dalam mengembangkan bisnis mereka di era digital” tambah Ratih Milati Ilham.
Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir pelaku UMKM di Kota Semarang agar lebih profesional, sehingga bisnis mereka lebih berkelanjutan, mampu menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi nyata pada kesejahteraan masyarakat luas.





