INDOAKTUAL, TELUK WONDAMA – 10/07/2026 Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia Kabupaten Teluk Wondama resmi dilantik dengan membawa tanggung jawab besar: memperkuat persatuan, menjaga semangat kebangsaan, sekaligus menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat.

Pelantikan tersebut tidak hanya dipandang sebagai agenda pergantian atau pengukuhan kepengurusan organisasi. Para pengurus baru dituntut membuktikan keberadaannya melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan Kabupaten Teluk Wondama.

Ketua DPC Barisan Merah Putih Kabupaten Teluk Wondama, Riki Maikel Imburi, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi. Momentum tersebut harus menjadi titik awal untuk meneguhkan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengambil bagian dalam pembangunan Tanah Papua, khususnya Teluk Wondama sebagai Kota Peradaban di Teluk Cenderawasih.

Mengusung tema **“Bersatu dalam Semangat Mengabdi untuk Negeri”**, Riki menyampaikan tiga komitmen utama yang harus dijalankan seluruh jajaran organisasi, yakni memperkuat persatuan, mengabdi kepada masyarakat tanpa batas, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, Barisan Merah Putih harus menjadi kekuatan pemersatu di tengah perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial masyarakat. Keberagaman yang dimiliki Teluk Wondama tidak boleh dijadikan alasan untuk saling menjauh, tetapi harus menjadi modal sosial dalam membangun daerah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Riki juga meminta seluruh pengurus segera turun ke tengah masyarakat setelah dilantik. Mereka harus mendengarkan aspirasi, memahami persoalan yang dihadapi warga di tingkat akar rumput, serta merumuskan program yang mampu memberikan solusi nyata.

“Nama Barisan Merah Putih bukan hanya identitas organisasi, tetapi merupakan amanah untuk melayani masyarakat dengan tulus dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain itu, Barisan Merah Putih diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama. Kemitraan tersebut harus dibangun melalui komunikasi yang konstruktif dan kerja sama nyata, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, kepemudaan, serta pengembangan ekonomi lokal.

Sementara itu, Ketua DPD Barisan Merah Putih Provinsi Papua Barat, Saul Samuel Mandowen, mengingatkan bahwa organisasi tersebut lahir dari sejarah perjuangan panjang sejumlah tokoh Papua dalam memperjuangkan ruang politik yang lebih adil bagi Orang Asli Papua.

Ia menjelaskan, perjuangan tersebut antara lain berkaitan dengan mekanisme pengangkatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat melalui jalur Otonomi Khusus Papua. Perjuangan itu dipelopori almarhum Rasis Ohe Wolo Folo bersama Yonas Nusi dan sejumlah tokoh Papua lainnya yang memperjuangkan hak politik masyarakat Papua melalui proses hukum di tingkat nasional.

Menurut Saul, sejarah tersebut harus dipahami oleh seluruh pengurus agar Barisan Merah Putih tidak kehilangan arah perjuangannya. Organisasi ini harus hadir sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan masyarakat, bukan justru menjadi sumber persoalan baru.

Ia menekankan bahwa kepercayaan sebagai pengurus harus dijalankan dengan tanggung jawab, integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian. Organisasi juga diminta menjaga kekompakan internal, mengutamakan musyawarah, menghindari perpecahan, serta membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah, lembaga adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Saul menilai Kabupaten Teluk Wondama memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan potensi sumber daya manusia yang besar. Karena itu, Barisan Merah Putih harus terlibat aktif dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta membina generasi muda agar memiliki karakter, disiplin, dan wawasan kebangsaan yang kuat.

Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama melalui Asisten III Sekretariat Daerah, Puspla R. Kabiay, menyambut baik kehadiran Barisan Merah Putih di daerah tersebut. Meskipun relatif baru di Teluk Wondama, organisasi itu dinilai telah dikenal melalui semangat kebangsaan dan nasionalisme yang menjadi dasar perjuangannya.

Pemerintah daerah berharap seluruh program organisasi dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah dan kebijakan pemerintah pusat. Keselarasan tersebut penting agar kehadiran Barisan Merah Putih benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sebatas menambah daftar organisasi yang hanya aktif dalam kegiatan seremonial.

Puspla menegaskan, jabatan yang diterima para pengurus merupakan amanah besar untuk menjaga semangat nasionalisme, memperkokoh persatuan, merawat keberagaman, serta mencegah berbagai ancaman yang dapat memecah belah masyarakat.

Pemerintah daerah juga menuntut Barisan Merah Putih bertransformasi menjadi mitra strategis yang mampu mendukung pembangunan, memberdayakan generasi muda, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga stabilitas sosial di tengah perubahan zaman.

Dominasi generasi muda dalam kepengurusan DPC Barisan Merah Putih Teluk Wondama menjadi harapan sekaligus tantangan. Para pengurus harus mampu menunjukkan loyalitas, kedisiplinan, dedikasi, dan semangat gotong royong melalui tindakan nyata.

Pelantikan tersebut pada akhirnya menjadi awal dari ujian sesungguhnya bagi kepengurusan baru. Masyarakat tidak hanya akan menilai kuatnya pidato dan kemeriahan acara, tetapi sejauh mana Barisan Merah Putih mampu hadir di tengah rakyat, menjaga persatuan, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Teluk Wondama.

Keberhasilan organisasi ini akan ditentukan oleh kemampuannya mengubah semangat Merah Putih menjadi kerja konkret yang dapat dirasakan masyarakat dari wilayah perkotaan hingga kampung-kampung di Teluk Wondama.