Indoaktual, Madiun – Program Mahasiswa Berdampak menjadi salah satu upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual melalui keterlibatan langsung di dunia kerja.
Melalui skema magang, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah dipelajari di bangku perkuliahan sekaligus mengembangkan keterampilan profesional sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Salah satu implementasi program tersebut diwujudkan melalui kegiatan magang mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Seni Indonesia Surakarta di CV Lockeroom Interior & Construction, Madiun.
Selama mengikuti program, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas profesional yang menjadi bagian dari proses perancangan dan pelaksanaan proyek interior.
Kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik kerja nyata sehingga mahasiswa mampu memahami alur kerja industri secara menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat pada proyek-proyek yang sedang berjalan.
Pada proyek retail, mahasiswa berpartisipasi dalam proses perancangan desain interior HRS Perfume Store, mulai dari pencarian referensi desain, penyusunan konsep, pembuatan layout, pemodelan 3D, pemilihan material, rendering, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Sementara pada proyek residential, mahasiswa turut melakukan survei lapangan untuk pengukuran ruangan, seperti kitchen set, kamar tidur, ruang keluarga, backdrop televisi, serta melakukan pengecekan progres pekerjaan di lapangan.
Keterlibatan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian, koordinasi, dan kemampuan analisis dalam menghasilkan desain yang sesuai dengan kebutuhan klien.
Selain mengasah kemampuan teknis, program magang juga berperan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang perangkat lunak.
Mahasiswa memperoleh pengalaman menggunakan perangkat lunak pendukung seperti SketchUp, Enscape, dan AutoCAD untuk menghasilkan visualisasi desain yang komunikatif.
Tidak hanya itu, kemampuan dalam pembuatan estimasi biaya proyek melalui RAB, hingga berkomunikasi dengan mentor dan klien turut berkembang seiring dengan keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan proyek.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Lebih dari sekadar praktik kerja, Program Mahasiswa Berdampak juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam program ini.
Melalui program ini, kami melihat para mahasiswa tidak hanya belajar memahami standar industri desain interior dan konstruksi, tetapi juga aktif memberikan inovasi dan menunjukkan profesionalisme tinggi yang sejalan dengan kebutuhan dunia kerja.
Maka dari itu, kami juga berupaya agar para mahasiswa yang melakukan praktik kerja di sini dapat memperoleh banyak insight berharga mengenai dunia interior dan konstruksi” ujar Wahyunni sebagai pembimbing lapangan di CV.
Lockeroom Interior & Construction. Pengalaman belajar di lingkungan profesional membantu mahasiswa memahami standar kerja industri, meningkatkan etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim multidisiplin.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri melalui program ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan industri kreatif, khususnya di bidang desain interior dan konstruksi.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi mitra industri melalui ide, kreativitas, dan keterampilan yang dimiliki.





