Melalui Kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) Literasi 291, Universitas Sebelas Maret memupuk penguatan literasi pengelolaan sampah sulit terurai kepada masyarakat Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Penguatan literasi tersebut dilakukan melalui program kerja bertajuk “SEMAR” (Semangat Mengelola dan Mendaur Ulang) yang dilakukan dua kali sesi pertemuan selama periode KKN berlangsung.
SEMAR sendiri menyasar kepada kader PKK Desa Salam sebagai perwakilan dari setiap lingkungan keluarga di Desa Salam. Pada dasarnya, SEMAR mengenalkan para kader PKK terkait sampah beserta pengelolaan sampah melalui kerja 3R (Reduce atau mengurangi, Reuse atau menggunakan kembali, serta Recycle yaitu mendaur ulang sampah).
Selain itu, para kader juga diperkenalkan tentang kemasan dan fungsinya bagi sebuah produk. Pengenalan tersebut dilakukan melalui sesi sosialisasi dan diskusi bersama para kader.
Tentu saja tentang prinsip-prinsip 3R dan manfaatnya pada sesi pertemuan pertama pada hari Sabtu, 18 Juli 2026. Kemudian sosialisasi berkenaan dengan fungsi kemasan serta informasi pada kemasan bahan pangan dan pangan pada sesi pertemuan kedua yaitu pada hari Selasa, 18 Agustus 2026.
Selain melalui sosialisasi, penguatan literasi pengelolaan sampah juga diperkenalkan melalui workshop yang juga terbagi dalam dua sesi pertemuan yang dilakukan pada hari yang sama dengan sosialisasi.
Tepatnya pada sesi kedua setelah pemberian sosialisasi kepada para kader PKK Desa Salam. Pada pertemuan pertama, para kader diajak untuk mendaur ulang sampah plastik kantung belanja di lingkungan rumah tangga.
Kegiatan daur ulang tersebut menghasilkan produk berupa pembatas buku yang kreatif serta lucu. Di sini para kader PKK bukan hanya diajak untuk mengelola kantung plastik tidak terpakai di sekitar mereka, tetapi juga diperkenalkan kepada ide bisnis baru yang dapat menginspirasi para kader serta para ibu lainnya.
Terutama dengan makin populernya prinsip go green di kalangan masyarakat dan kecintaan masyarakat terhadap buku yang makin meningkat.
Pada pertemuan kedua workshop, para kader diperkenalkan serta diajak untuk membuat kemasan alternatif untuk produk pangan. Hal tersebut berupa kreasi kemasan kreatif dari daun pisang yang tentunya dibentuk secara lebih modern serta menarik.
Kreasi ini menjadi pengetahuan baru bagi para kader tentang apa yang mereka dapat lakukan dengan daun pisang sebagai kemasan pangan. T
entunya apa yang dilakukan pada workshop tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para kader PKK dan para ibu rumah tangga di Desa Salam, sehingga menjadi inspirasi serta menambah variasi terhadap kebiasaan membungkus makanan di kalangan para ibu nantinya.
Sementara itu, alasan penguatan literasi akan pengelolaan sampah sendiri dipilih karena pengelolaan sampah di Desa Salam yang dapat dikatakan masih kurang.
Dalam artian, belum terlembaga secara khusus bagaimana nantinya sampah-sampah rumah tangga akan berakhir. Pengelolaan sampah masih dilakukan secara mandiri oleh setiap rumah tangga melalui pembakaran terbuka di halaman rumah masing-masing.
Oleh karenanya, kelompok KKN Literasi 291 UNS memperkenalkan kepada masyarakat Desa Salam, melalui para kader PKK bentuk-bentuk pengelolaan sampah.
Supaya nantinya masalah pengelolaan sampah di Desa Salam dapat sedikit demi sedikit terselesaikan dengan adanya kesadaran dan aksi dari masyarakat desa secara kolektif.
Para kader PKK sebagai perwakilan jantung setiap rumah tangga di Desa Salam dapat ikut serta dalam melanggengkan serta menggerakkan adanya literasi pengelolaan sampah di masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengembangkan pengelolaan sampah di tingkat desa secara mandiri. Serta dapat mengurangi potensi pencemaran udara akibat pembakaran terbuka yang masih rutin dilakukan.





