Indoaktual, Sragen – Dalam upaya mendorong daya saing dan kemandirian ekonomi desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 42 Universitas Diponegoro (UNDIP)  melaksanakan program pendampingan pemasaran digital secara door-to-door pada 10 – 11 Juli 2026  kepada 10 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam bidang kuliner hingga kerajinan tangan di Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Program yang diusung oleh Akeyla Keneisha Deann, mahasiswa program studi Bisnis Digital UNDIP ini, berangkat dari masih terbatasnya pemahaman strategi pemasaran digital di kalangan pelaku usaha lokal.

Sebagian besar UMKM di Desa Sukorejo sebenarnya memiliki produk yang potensial, namun masih terkendala dalam memperluas jangkauan promosi di luar area lokal.

Dalam pelaksanaannya, materi yang diberikan berfokus pada strategi digital marketing praktis. Para pelaku UMKM diajarkan pemahaman mengenai marketing funnel, mulai dari tahap membangun kesadaran merek (awareness), menarik minat calon pembeli (interest), hingga mendorong terjadinya transaksi (conversion).

Tak hanya itu, pendampingan ini juga membekali warga dengan teknik penulisan pesan promosi persuasif menggunakan formula copywriting AIDA (Attention, Interest, Desire, Action).

Melalui pendekatan ini, pemilik usaha dapat menyusun kalimat jualan yang lebih terstruktur dan menarik di media online.

Lalu, materi diakhiri dengan pemaparan tentang cara memanfaatkan jam-jam ramai (prime time) dan pentingnya menjaga ritme publikasi konten jualan.

Metode door-to-door atau penjangkauan langsung ke lokasi usaha dipilih guna menyesuaikan dengan kesibukan operasional harian para pemilik usaha.

Langkah ini terbukti efektif dan mendapat antusiasme tinggi dari para pelaku UMKM, karena mereka dapat berkonsultasi secara langsung mengenai kendala promosi yang dihadapi tanpa perlu meninggalkan aktivitas produksi harian. 

Sebagai langkah keberlanjutan, diserahkan pula luaran berupa poster panduan digital marketing kepada pengurus BUMDes setempat.

Media edukasi visual ini disiapkan agar dapat dipelajari dan diakses kapan saja oleh para pelaku usaha di desa.

Dalam mengeksekusi program ini, kami mendapat bimbingan langsung dari Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Arahan serta masukan teknis yang beliau berikan sangat membantu tim dalam menyusun strategi yang tepat sasaran.

Lewat arahan tersebut, pelaku UMKM Desa Sukorejo diharapkan dapat memanfaatkan media digital secara lebih mandiri dan efektif.

Langkah ini menjadi bentuk kontribusi nyata tim KKNT IDBU 42 UNDIP bagi masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 terkait pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.