Gym adalah tempat untuk semua orang. Keterbatasan fisik bukan berarti keterbatasan untuk berolahraga, tetap bugar, dan membangun massa otot. Saat ini, dunia kebugaran semakin inklusif dan banyak penyandang disabilitas (difabel) yang sukses menjadi bugar bahkan menjadi atlet binaraga.

Olahraga di gym bagi difabel bukan hanya tentang estetika fisik, tetapi juga tentang meningkatkan kemandirian, kekuatan fungsional untuk aktivitas sehari-hari, serta menjaga kesehatan mental kata Andrew ketika ditemui di sela sela kegiatan baru nya yaitu nge gym di sebuah ousat kebugaran.

Lebih lanjut Andrewlai menjelaskan bahwa Setiap kondisi tubuh itu unik, sehingga latihan selalu bisa dimodifikasi sesuai kemampuan, Disabilitas misalnya Daksa (Pengguna Kursi Roda/Amputasi), Fokus pada latihan tubuh bagian atas menggunakan cable machine, dumbbell, atau resistance band.Banyak mesin gym modern yang bantalannya bisa dilepas agar kursi roda bisa langsung masuk.

Lebih lanjut Andrew memberikan tips beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :

  • Konsultasi Medis: Selalu diskusikan dengan dokter atau fisioterapis untuk mengetahui gerakan apa yang aman dan apa yang harus dihindari.
  • Cari Gym yang Aksesibel: Pilih gym yang memiliki fasilitas ramah disabilitas, seperti ram jalan (turunan), lorong yang luas, dan toilet khusus.
  • Gunakan Jasa Pelatih (PT): Jika memungkinkan, pilihlah personal trainer yang memiliki sertifikasi atau pengalaman dalam menangani latihan adaptif (adaptive fitness).

Jadi tetap semangat yaa.. Andrew Lai menutup pembicaraan