Indoaktual, Pekalongan – Pada tanggal 22 Juli hingga 14 Oktober 2026, mahasiswa Universitas PGRI Semarang melaksanakan program magang di Kantor Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Program ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh kesempatan mengenal lebih dekat penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan sekaligus memahami bagaimana pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara profesional. Selama mengikuti program magang, mahasiswa ditempatkan di beberapa bagian yang berbeda, yaitu:

Sekretariat, mahasiswa diperkenalkan dengan kegiatan administrasi perkantoran, mulai dari pengelolaan surat masuk dan surat keluar, pengarsipan dokumen, hingga penyusunan laporan kegiatan. Bagian ini mengajarkan pentingnya ketertiban dan ketelitian dalam mengelola data dan dokumen kantor.

Seksi Pelayanan Umum, mahasiswa mengenal proses pelayanan administrasi kepada masyarakat, seperti penerimaan berkas permohonan, pemeriksaan kelengkapan dokumen, serta penyampaian informasi mengenai prosedur layanan. Di bagian ini, mahasiswa belajar bahwa pelayanan yang baik menuntut keramahan, kejelasan informasi, dan ketepatan dalam bekerja.

Seksi Pemerintahan, mahasiswa memperoleh gambaran tentang peran kecamatan dalam pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan, termasuk koordinasi administratif dengan pemerintah desa di wilayah Kecamatan Kesesi.

Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat, mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, pendataan, serta program-program sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Berbagai pengalaman dari setiap bagian tersebut memberikan gambaran bahwa penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan melibatkan banyak unsur yang saling berkaitan. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tata kelola dan pelayanan pemerintahan, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Memahami Peran Kecamatan dalam Pelayanan Publik

Kecamatan merupakan perangkat daerah yang berada paling dekat dengan masyarakat. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, camat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan di wilayah kerjanya, antara lain koordinasi, pembinaan, dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui magang, mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana tugas tersebut dijalankan dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari melayani warga yang datang ke kantor hingga mendukung koordinasi dengan pemerintah desa.

Pengalaman ini juga membantu mahasiswa memahami bahwa pelayanan publik memiliki prinsip dan standar yang harus dipenuhi. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menekankan pentingnya pelayanan yang jelas, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan terlibat langsung, mahasiswa menyadari bahwa di balik setiap layanan administrasi terdapat proses, prosedur, dan ketelitian yang harus dijaga demi kepentingan masyarakat.

Magang sebagai Sarana Mengembangkan Soft Skills

Pengalaman magang tidak hanya memberikan pengetahuan teknis mengenai pekerjaan, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan nonteknis atau soft skills. Penelitian Nurhayati, Tjiptasari, dan Saputri (2025) menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program magang berkaitan dengan peningkatan soft skills dan kompetensi mahasiswa. Di lingkungan kantor kecamatan, kemampuan tersebut terlihat dari cara mahasiswa berkomunikasi dengan pegawai dan masyarakat, memahami arahan, bekerja sama, menjaga kedisiplinan, serta menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Hal ini sejalan dengan penelitian Hermanto (2020) yang menjelaskan bahwa kegiatan magang dapat menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta membangun jaringan kerja. Dengan demikian, magang bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban akademik. Lebih dari itu, magang menjadi proses pembelajaran yang membantu mahasiswa memahami budaya kerja dan membentuk kesiapan untuk memasuki dunia profesional.

Belajar Melayani, Belajar Dekat dengan Masyarakat

Berinteraksi langsung dengan masyarakat memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah. Mahasiswa belajar menghadapi beragam karakter warga, menjelaskan prosedur dengan bahasa yang mudah dipahami, dan tetap bersikap sabar serta santun dalam situasi apa pun. Bagi mahasiswa [nama program studi], pengalaman ini menjadi nilai tambah karena memperluas pemahaman mengenai bagaimana sebuah organisasi pemerintah memberikan pelayanan, mengelola administrasi, dan membangun hubungan baik dengan masyarakat.

Menurut Adhitya Fariyanto dan Nicholas Ferry Gustama, “Kami tidak hanya mendapatkan wawasan tentang penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan, tetapi juga belajar bekerja secara profesional, disiplin, teliti, dan berkomunikasi dengan baik. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk menghadapi dunia kerja di masa depan.”

Menurut (C.Tri Widiastuti, S.E., M.M) Selaku Dosen Pembimbing Lapangan “Keberhasilan program magang ini tercermin dari feedback positif dan penerimaan yang sangat baik dari pihak Kantor Kecamatan Kesesi terhadap kinerja mahasiswa. Kemampuan mereka dalam menerapkan ilmu di kampus ke dalam praktik pelayanan publik sehari-hari menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memberikan dampak nyata di lokasi magang. Selamat atas pencapaian luar biasa ini, semoga keberhasilan ini menjadi awal dari karier yang gemilang di masa depan.”

Melalui program magang ini, mahasiswa berharap dapat terus mengembangkan diri dan membawa pulang pengalaman berharga dari Kantor Kecamatan Kesesi. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Camat Kesesi beserta seluruh jajaran pegawai atas bimbingan, kesempatan, dan keramahan yang diberikan selama kegiatan magang berlangsung.

Disusun oleh: Adhitya Fariyanto dan Nicholas Ferry Gustama

Pelaksanaan Magang: 22 Juli – 14 Oktober 2026