Sektor pertanian dan perkebunan Kabupaten Paser kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Moh. Habib Solehuddin, tokoh penggerak pemuda pertanian asal Kabupaten Paser, berhasil meraih posisi ketiga dalam ajang Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 yang berlangsung meriah di Ciawi, Bogor, Rabu (20/05).

Kompetisi bergengsi yang rutin digelar sejak tahun 2022 ini diselenggarakan secara resmi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu mengorbitkan petani serta wirausaha muda yang inovatif dan inspiratif.

Habib merupakan pemuda yang tumbuh dan besar di Desa Seniung Jaya, Kecamatan Paser Belengkong. Capaian luar biasa ini ia peroleh berkat konsistensinya dalam menciptakan sejumlah inovasi dan program unggulan, salah satunya melakukan pemberdayaan petani lewat sistem bagi hasil yang seimbang.

Sebagai bagian dari konsistensinya dalam melakukan budidaya, Habib juga mengintegrasikan inovasi usaha pada sejumlah komoditas tanaman yang dijalankannya, mulai dari semangka, budidaya hidroponik, hingga perkebunan kelapa sawit.

Melalui sambungan telepon via WhatsApp, ia menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena telah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Paser di tingkat nasional.

“Alhamdulillah saya dinobatkan menjadi Duta Petani Muda di tingkat nasional. Tentu ini pencapaian yang luar biasa bagi saya,” ujarnya.

Selain menyandang posisi tiga besar, ia juga didapuk menjadi Bendahara Umum (Bendum) pada program YAA 2026. Habib mengemban tanggung jawab besar yang diamanahkan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pertanian dan Perkebunan, khususnya untuk wilayah seluruh Pulau Kalimantan. Tugas tersebut meliputi program edukasi publik, advokasi ketahanan pangan, pendampingan, serta membangun relasi.

“Saya diamanahkan oleh Dirjen untuk mensosialisasikan program di seluruh Kalimantan, sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah pusat dan petani muda yang ada di Kalimantan,” jelasnya.

Habib, yang saat ini tengah menempuh studi Doktoral (S3) di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, juga menjelaskan bahwa program semacam ini harus terbuka lebar bagi kalangan muda. Hal ini penting untuk meningkatkan potensi sekaligus mengakselerasi minat generasi muda terhadap sektor pertanian di daerah.

Kendati demikian, ia menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah (Pemda) agar program-program kepemudaan seperti ini mendapat perhatian serius. Sebab, hingga saat ini, ia mengakui belum ada pembinaan ataupun dukungan nyata dari pemerintah daerah terkait capaian prestasi yang telah diraihnya.