Indoaktual, Rohil, 20 Juli 2026 — Dalam rangka meningkatkan UMKM yang mampu berdaya saing hingga internasional, sinergi antara Pemkab. Rohil, IWAPI, PT. PHR, dan Politeknik Negeri Bengkalis melaksanakan kegiatan workshop Desain Kemasan, Laporan Keuangan Digital, dan Peningkatan Kualitas Produk UMKM di Aula Kantor DPC IWAPI Rohil, Komplek Perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi, Rohil.
Acara ini diikuti oleh Anggota DPR RI Komisi X sekaligus Ketua DPC IWAPI Rohil, dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M., Bupati Rohil, H. Bistamam, Kapolres Rohil yang diwakili Kapolsek Bangko, Kompol Asian Sihombing, Sekda Rohil, H. Fauzi Efrizal, Pimpinan PT. PHR Regional 1 Blok Rokan yang diwakili Manager Azumar Ridwan, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Ir. Johny Custer, S.T., MT., serta lebih dari 100 para pelaku UMKM yang ada di Kab. Rohil.
Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang sudah berjalan sejak tahun 2022 antara Politeknik Negeri Bengkalis dengan PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan diperkuat oleh Pemkab, Rohil pada tahun 2023 serta juga dukungan yang kuat dari IWAPI.
Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Hohny Custer menegaskan bahwa peran ini sejalan dengan tanggung jawab yang diemban perguruan tinggi vokasi, yakni tidak hanya mendidik di lingkungan kampus, tetapi juga menghadirkan ilmu pengetahuan dan keahlian praktis untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
“Politeknik Negeri Bengkalis memiliki tanggung jawab menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan keahlian praktis yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk mendampingi UMKM agar berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, Johny Custer juga mengatakan bahwa melalui dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan jejaring mitra, Polbeng berupaya agar hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan dampaknya.
Manager dari PT. PHR, Azumar Ridwan juga menegaskan menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berperan menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal.
“PT. PHR bukan hanya jaga ketahanan energi, tapi mitra pembangunan daerah. Kami beri beasiswa penuh ke 18 mahasiswa berprestasi zona Rokan, dukung pendidikan, dan siap berkolaborasi mensejahterakan masyarakat Rohil,” tegasnya.
Ketua DPC IWAPI Rohil yang juga merupakan Anggota DPR RI, dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., MM. berharap dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi mendampingi pelaku UMKM, agar transformasi menuju usaha yang lebih modern dan berdaya saing dapat berjalan lebih cepat dan merata.
“UMKM harus punya daya tarik. Kami akan berkolaborasi agar UMKM beri sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi Rohil,” ungkapnya.
Selain itu, Karmila juga mengungkapkan pentingnya memanfaatkan peluang ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah plastik menjadi inovasi produk bernilai ekonomi.
Selain menciptakan peluang usaha baru, inovasi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Rohil, yakni Bapak h. Bistaman. Sebelum dibuka kegiatan workshop ini, Bistamam menyampaikan apresiasi terhadap Politeknik Negeri Bengkalis, PT. PHR, dan DPC IWAPI atas kolaborasi yang telah dibangun dalam menguatkan ekonomi di Rohil, khususnya sektor UMKM.
Beliau juga menegaskan bahwa dinamika perkembangan dunia usaha saat ini menuntut pelaku UMKM untuk bertransformasi hingga mampu bersaing ke global, mulai dari pengelolaan keuangan berbasis digital, pengembangan inovasi produk, peningkatan standar desain kemasan, hingga optimalisasi pemasaran melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, diantaranya dosen Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis, Niky Hardinata, M.Kom dan dosen Jurusan Administrasi Niaga, Bapak Muhammad Arif, S.Tr., M.Si, yang menyampaikan materi mengenai desain kemasan produk.
Dalam paparannya, Niky menekankan pentingnya desain kemasan yang informatif, menarik secara visual, dan sesuai regulasi agar produk memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

“Pembuatan desain Kemasan atau label kemasan sebuah produk tidak boleh dibuat sembarangan ya Bapak/Ibu. Sebab sudah ada peraturan yang mengikat hal tersebut. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018, Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2020, Peraturan BPOM No. 20 tahun 2019 tentang Kemasan Pangan, dan Peraturan BPOM No 22 Tahun 2019,” Ujarnya.
Selain itu, Niky juga mengungkapkan bahwa pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti pemanfaatan teknologi-teknologi yang sudah memanfaatkan AI dalam menciptakan sebuah desain kemasan sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Salah satu teknologi atau aplikasi yang sudah memanfaatkan AI adalah Canva yang didalamnya ada Canva AI. Akan tetapi, hasil dari AI tidak langsung kita terima, harus kita cek kembali.
Apakah sudah sesuai dengan tujuan bisnis maupun tujuan branding dari dari UMKM kita atau tidak.
Senada dengan Niky, Arif, yang merupakan tim workshop desain kemasan ini juga menegaskan bahwa dengan adanya AI seperti sekarang ini jika bisa dimanfaatkan dengan baik, maka peluang untuk meningkatkan aspek media-media yang dipakai untuk komunikasi visual juga akan semakin baik.
Ini dikarenakan pelaku UMKM bisa mengkreasikannya sendiri desain seperti apa yang diinginkan. Aplikasi yang mudah digunakan yaitu Canva.
Kegiatan ini dilaksanakan hingga sore hari. Para peserta dari pelaku UMKM juga tetap semangat dan antusias mengikuti kegiatan workshop hingga selesai.
Di akhir kegiatan juga dibagikan beberapa doorprize bagi setiap peserta yang bisa mendapatkan nilai pre-test dan post test tertinggi dan yang peling cepat selesai menyelesaikan test tersebut.
Seliain itu, doorprize juga diberikan kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari para pemateri/narasumber.





