Persoalan sampah merupakan salah satu tantangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas lingkungan. Melihat kondisi tersebut, Kami hadir di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, dengan membawa semangat untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli dan terlibat dalam menjaga lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga mendorong adanya langkah nyata. Salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan dalam BERDIKARI 2026 adalah pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebagai salah satu upaya menyediakan ruang yang lebih terarah untuk menampung sampah sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pembangunan TPS tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pemberdayaan karena persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan. Dibutuhkan pula fasilitas pendukung yang dapat membantu masyarakat menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah secara lebih tertib. Kehadiran TPS diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik di Desa Tangkil.

Dalam Peresmian TPS Kami dan Segenap Garantor Desa Tangkil banyak Berterimakasih dan Menyampaikan Pesan Untuk Kepada kami juga Masyarakat Khususnya desa Tangkil Dusun 4,

“Terimakasih Mahasiswa PMI UIN Jakarta yang telah Mengadakan Edukasi kepada masyarakat Perihal Memilah dan Memilih Sampah, masyarakat bisa Menerapkan di masing-masing dan bisa kita mengaji diri dengan sadarnya diri sendiri bahwa bagaimana cara membuang sampai yang benar, apalagi masyarakat kita 90% pertani itu bakal jadi jelek terhadap dampak pertanian kita.” Ujar Kepala Desa Tangkil Bapak Ijang Sehabudin.

Namun, pembangunan fasilitas bukanlah akhir dari proses. Keberadaan TPS perlu diikuti dengan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menggunakannya secara bertanggung jawab. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah dari sumbernya, serta mulai memilah sampah menjadi bagian dari perubahan kecil yang dapat memberikan dampak dalam jangka panjang.

Dalam prosesnya, masyarakat menjadi bagian utama dari kegiatan. Warga tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi turut dilibatkan dalam melihat persoalan yang ada di lingkungan mereka. Pendekatan tersebut menjadi penting agar solusi yang dibangun tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat diterima dan dilanjutkan oleh masyarakat setelah rangkaian BERDIKARI 2026 selesai.

Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman nyata dalam memahami proses pemberdayaan masyarakat. Bertemu dan bekerja bersama warga memberikan pelajaran bahwa pemberdayaan membutuhkan komunikasi, kerja sama, serta kemampuan untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Pembangunan TPS menjadi salah satu bukti bahwa semangat BERDIKARI 2026 tidak berhenti pada gagasan. Ada upaya untuk menghadirkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan membutuhkan tindakan nyata dan konsistensi bersama.

Desa Tangkil memiliki potensi untuk terus berkembang apabila masyarakat, pemuda, pemerintah desa, dan berbagai unsur lainnya dapat berjalan beriringan. Persoalan sampah yang ada bukan semata-mata hambatan, melainkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong dan membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan. Pada akhirnya, kami ingin meninggalkan lebih dari sekadar rangkaian kegiatan.

Pembangunan TPS menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, sementara kesadaran dan gotong royong menjadi modal agar manfaat tersebut dapat terus dijaga.
Dari Desa Tangkil, sebuah langkah kecil dimulai.

Sampah menjadi persoalan bersama, maka solusinya pun harus dibangun bersama. Dari lingkungan yang lebih tertata, tumbuh masyarakat yang lebih peduli, dan dari masyarakat yang bergerak bersama, lahirlah desa yang semakin berdaya.