INDOAKTUAL, JAKARTA, – Nitibasa memperluas program pendidikan bahasa dan pengembangan keterampilan global melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pendidikan, pengembangan keterampilan, budaya, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem pembelajaran yang lebih terbuka bagi masyarakat.
Nitibasa mengembangkan pembelajaran lebih dari 10 bahasa asing, yang ditujukan bagi pelajar, mahasiswa, profesional, komunitas, hingga pelaku UMKM. Pembelajaran bahasa tidak hanya diarahkan pada kemampuan komunikasi, tetapi juga dikaitkan dengan kebutuhan pendidikan, pekerjaan, bisnis, pariwisata, dan peluang internasional.
Founder Nitibasa Dr. Eric Stenly mengatakan kemampuan bahasa dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang global.
“Bahasa bukan sekadar mata pelajaran. Bahasa adalah alat untuk membuka akses, membangun jejaring, memahami budaya lain, sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” ujar Eric.
Kolaborasi Kampus, Komunitas, dan UMKM
Dalam pengembangan program, Nitibasa membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta, baik melalui kelas bahasa, seminar, workshop, pengembangan mahasiswa, maupun kegiatan pameran.
Kolaborasi juga diarahkan untuk melibatkan komunitas dan UMKM sehingga kegiatan pendidikan dapat terhubung langsung dengan potensi ekonomi dan sosial di masyarakat.
Salah satu bentuk kegiatan yang dikembangkan ialah pameran budaya dan UMKM. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa, komunitas, dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, karya, serta kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.
Menurut Nitibasa, pendekatan lintas sektor diperlukan agar kegiatan pendidikan tidak berhenti pada proses belajar di ruang kelas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman berkolaborasi, komunitas mendapatkan ruang untuk berkembang, sedangkan UMKM memiliki kesempatan memperluas jejaring dan memperkenalkan produknya.
Membawa Potensi Lokal ke Ruang Global
Program Nitibasa juga membawa misi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pembelajaran bahasa dan kegiatan lintas budaya.
Penguasaan bahasa asing dinilai semakin penting di tengah meningkatnya interaksi masyarakat Indonesia dengan dunia internasional, baik melalui pendidikan, pekerjaan, pariwisata, ekonomi kreatif maupun teknologi.
Nitibasa berharap kolaborasi antara kampus, komunitas, UMKM, dan lembaga pendidikan dapat menciptakan lebih banyak ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem yang mempertemukan pendidikan dengan masyarakat. Mahasiswa bisa belajar, komunitas bisa berjejaring, UMKM bisa berkembang, dan budaya Indonesia bisa semakin dikenal,” kata Eric.
Ke depan, Nitibasa berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan komunitas di sejumlah daerah di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi Nitibasa untuk mengembangkan pendidikan yang menghubungkan bahasa, teknologi, budaya, kewirausahaan, dan peluang global, sekaligus membawa potensi Indonesia dari tingkat lokal menuju dunia.





