Indoaktual, Kalimantan – Kabut asap yang akhir-akhir ini menyelimuti langit Kalimantan bukanlah hal yang asing lagi ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kehidupan masyarakat menjadi terganggu karena kabut asap tersebut. Anak-anak menjadi sulit untuk pergi ke sekolah dan bermain di luar, di sisi lain orang tua merasa khawatir tentang kualitas udara dan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari karena anak-anak mereka harus melakukan kegiatan belajarnya di tengah situasi yang tidak nyaman ini.

Banyak orang melihat Karhutla sebagai sebuah tantangan lingkungan semata. Namun kenyataannya dampak dari Karhutla jauh lebih beragam daripada yang kita pikirkan.

Kerusakan hutan yang disebabkan oleh kebakaran tidak hanya mengakibatkan hilangnya pohon-pohon tersebut tetapi juga kenyamanan dan rasa aman bagi mereka yang tinggal di dekat hutan.

Sebagai contoh seorang anak sekolah yang biasanya bisa menikmati udara segar di pagi hari saat menuju sekolah, tidak dapat menikmati lagi akibat karhutla  menyebabkan udara dipenuhi dengan asap sisa pembakaran. Kondisi ini ini membuat aktivitas di luar rumah yang biasanya mudah dilakukan sekarang menjadi sulit dilakukan.

Dampak lain yang ditimbulkan dari kebakaran hutan adalah lingkungan menjadi tidak sehat. Asap kebakaran hutan mencemari udara sehingga membuat bernapas menjadi sulit.

Anak-anak tidak seharusnya menghabiskan masa kecil dan masa remaja mereka di lingkungan seperti itu. Mereka berhak memiliki lingkungan yang sehat untuk berkembang dan belajar.

Di sisi lain orang-orang yang tinggal di daerah yang rawan kebakaran hutan juga terkena dampak dari kebakaran hutan itu sendiri.

Rutinitas harian mereka terganggu, pekerjaan menjadi sulit dan situasi ekonomi keluarga mereka juga bisa terpengaruh karena bagi sebagian orang hutan dan tanah bukan hanya merupakan habitat dari berbagai makhluk hidup tetapi juga merupakan sumber penghasilan bagi mereka.

Isu kebakaran hutan tidak bisa berakhir hanya ketika asap menghilang. Dibutuhkan waktu yang sangat lama bagi hutan yang terbakar untuk pulih kembali.

Banyak akibat yang ditimbulkan dari kebakaran hutan antara lain hewan kehilangan habitatnya, tanaman menjadi rusak dan ekosistem menjadi tidak seimbang.

Tidak semua akibatnya akan terlihat oleh anak-anak sekarang tetapi mereka pasti akan merasakannya ketika mereka menjadi orang dewasa. Itulah mengapa kebakaran hutan adalah masalah untuk masa depan.

Generasi muda merupakan generasi penerus yang akan menjalani kehidupan di masa depan. Jika kebakaran hutan dan lahan ini terus terjadi setiap tahun, maka kerusakan yang terjadi semakin bertambah dan sulit untuk dipulihkan Kembali dalam waktu singkat. Tentu saja kondisi ini akan berpengaruh terhadap masa depan generasi muda khususnya di Kalimantan.

Tanggung jawab atas masalah kebakaran hutan tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja. Setiap orang punya tanggung jawab yang sama untuk mengatasi kebakaran hutan.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mencegah kebakaran hutan, perusahaan bertanggung jawab atas pengelolaan lahan mereka sedangkan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekitarnya.

Generasi muda juga harusbertanggung jawab untuk menjaga agar tidak terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Tidak perlu bagi mereka melakukan hal-hal yang besar.

Memastikan lingkungan sekolah bersih, tidak membuang sampah secara sembarangan,menanam pohon dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan adalah beberapa hal kecil namun sangat berarti yang bisa dilakukan.

Media sosial juga bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran ketika membuka lahan untuk perkebunaan atau pertanian.

Pada akhirnya hutan di Kalimantan bukan hanya lautan hijau alam yang kita lihat dari jarak jauh. Hutan adalah rumah bagi makhluk hidup, lahan kehidupan bagi banyak orang dan masa depan mereka. Ketika hutan itu terbakar sebenarnya sesuatu yang tak ternilai telah hilang.

Kebakaran hutan saat ini adalah masalah yang harus diatasi oleh semua orang baik itu pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Karena ketika hutan di Kalimantan mengalami kerusakan akibat kebakaran maka masa depan generasi muda juga menjadi terancam.

Kita tentu tidak menginginkan  generasi muda hanya dapat melihat hutan Kalimantan yang hijau dari gambar dan legenda.

Melindungi hutan saat ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menikmati udara segar, alam yang indah dan masa depan yang cerah di masa mendatang.

Penulis: Fathi Muhsin (Siswa SMA Unggulan Al Azhar Medan Kelas XII)