Indoaktual, Jakarta – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut ambil bagian dalam aksi massa bertajuk #SelamatkanIndonesia yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ciputat Bersatu 95 (ACAB 95). Aliansi tersebut terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa dan kolektif gerakan, di antaranya FMN UIN Jakarta, GMNI UIN Jakarta, serta sejumlah organisasi kolektif lainnya yang bersatu dalam satu barisan perjuangan untuk menyuarakan kepentingan rakyat dan kaum buruh.

Aksi yang berlangsung di DPR RI tersebut menjadi bentuk protes terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kelas pekerja. Massa aksi membawa tuntutan terkait kesejahteraan buruh, penolakan terhadap praktik kerja eksploitatif, hingga desakan agar negara lebih serius menjamin hak-hak pekerja di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit.

Dalam barisan aksi, mahasiswa membawa poster, spanduk, dan melakukan orasi politik yang menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari upah murah, maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), sistem outsourcing, hingga lemahnya perlindungan terhadap buruh perempuan dan sektor informal. Seruan solidaritas antara mahasiswa dan rakyat pekerja terus digaungkan sepanjang aksi berlangsung.

Presiden Mahasiswa DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang selama ini terdampak oleh kebijakan ekonomi yang tidak adil.

“Mahasiswa tidak boleh diam melihat rakyat semakin terhimpit. Buruh adalah kelompok yang selama ini menopang kehidupan bangsa, tetapi kesejahteraannya justru terus diabaikan. Kehadiran kami bersama ACAB 95 adalah bentuk solidaritas dan komitmen untuk terus membersamai perjuangan rakyat,” ujar Muhammad Zidan Ramdani dalam wawancara di sela-sela aksi.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan buruh bukan hanya milik pekerja semata, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan mahasiswa yang nantinya akan masuk ke dunia kerja.

“Mahasiswa hari ini adalah future labor. Ketika hari ini buruh dipaksa hidup dalam ketidakpastian kerja, upah murah, dan minim perlindungan, maka itu juga ancaman bagi masa depan mahasiswa. Negara harus hadir menjamin kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” tambahnya.

Melalui aksi #SelamatkanIndonesia, massa yang tergabung dalam ACAB 95 menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, di antaranya:

  1. Menjamin upah layak dan kesejahteraan bagi buruh Indonesia.
  2. Menghapus sistem kerja eksploitatif seperti outsourcing dan kontrak berkepanjangan.
  3. Menghentikan kebijakan yang merugikan rakyat kecil dan kelas pekerja.
  4. Memperkuat perlindungan terhadap buruh perempuan dan pekerja rentan.
  5. Menjamin kebebasan berpendapat dan hak berserikat bagi rakyat.

Dengan semangat solidaritas dan kolektivitas perjuangan, DEMA FDIKOM UIN Jakarta bersama ACAB 95 menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan dan memperjuangkan Indonesia yang lebih adil, manusiawi, dan berkelanjutan.

“Hidup buruh! Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!” seru massa aksi secara bersamaan menutup rangkaian demonstrasi.