INDOAKTUAL, BENGKALIS, 22 Juli 2026 – Program Pendidikan dan Kecakapan Wirausaha (PKW) jenis keterampilan Tatarias Pengantin Modern yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Seroja Bengkalis resmi ditutup dan dievaluasi hari ini.
Kegiatan yang bertujuan mencetak wirausahawan baru di bidang kecantikan ini telah berlangsung sejak dibuka pada 25 Mei 2026 lalu di Aula Dinas Pendidikan, Jl. Pertanian, Bengkalis.
Guna memastikan para peserta memiliki daya saing bisnis di era teknologi, LKP Seroja secara khusus menggandeng Muhammad Ridho Nosa, S.T., M.Kom., sebagai instruktur utama untuk materi Digital Marketing.
Kehadirannya memberikan keunggulan tersendiri karena membawa kapasitas ganda yang sinergis, yakni sebagai akademisi (Dosen Politeknik Negeri Bengkalis/Polbeng) sekaligus praktisi industri selaku Founder & CEO dari marketplace lokal, Soodu.id. Selama proses pelatihan berlangsung, beliau turut didampingi oleh asisten instruktur, Adinda Oktavia.
Berbeda dengan acara seremonial pembukaan dan penutupan yang bertempat di aula dinas, sesi pembelajaran dan praktik intensif materi pemasaran digital ini dipusatkan langsung di lokasi LKP Seroja Bengkalis yang beralamat di Jalan Utama Desa Pangkalan Batang Barat.
Pelatihan Digital Marketing ini dilaksanakan secara intensif selama tiga hari dengan pendekatan aplikatif yang menyesuaikan tren industri rias pengantin masa kini, meliputi:
26 Juni 2026 (Digital Branding & Sosmed): Peserta dibimbing dalam manajemen usaha serta praktik langsung membuat dan mengelola akun profil bisnis di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook.
7 Juli 2026 (Konten Kreatif & Fotografi): Peserta diajarkan teknik foto produk dan cara membuat video transisi makeup sebuah konten yang sangat digemari pasar saat ini hanya dengan menggunakan smartphone.
13 Juli 2026 (Teknik Selling & Administrasi): Membekali peserta dengan ilmu copywriting (teknik merangkai tulisan untuk berjualan) serta dasar-dasar administrasi pembukuan keuangan yang praktis bagi perintis usaha.
“Seorang penata rias saat ini harus bisa menjadi technopreneur yang mandiri. Melalui pelatihan ini, kami memadukan wawasan akademik dari Polbeng dan pengalaman praktis dari ekosistem digital di Soodu.id agar para peserta benar-benar siap bersaing di pasar riil. Mereka tidak hanya dituntut mahir merias wajah, tapi juga harus pintar mengemas portofolio lewat video transisi yang memukau, serta jeli meracik copywriting yang mampu menarik pelanggan di media sosial,” tegas Muhammad Ridho Nosa.
Dengan berakhirnya masa evaluasi kegiatan PKW ini, diharapkan seluruh lulusan LKP Seroja Bengkalis dapat segera mengimplementasikan perpaduan keterampilan teknis tata rias dan kompetensi bisnis digital mereka.
Sinergi ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru yang adaptif.





